Advertisement

Disebut sebagai Tol Paling Mematikan di Dunia, Ini Profil Tol Cipali

Muhammad Ridwan
Selasa, 06 Desember 2022 - 06:27 WIB
Budi Cahyana
Disebut sebagai Tol Paling Mematikan di Dunia, Ini Profil Tol Cipali Kendaraan melintas di Tol Cikopo-Paliman, Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (21/5/2020). - Antara/Nova Wahyudi

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) disebut sebagai jalan tol paling mematikan di dunia. Pasalnya, tingkat kematian akibat kecelakaan di jalan tol tersebut sangat tinggi.

Dilansir dari laman resmi lintasmarga.com, Senin (5/12/2022) Jalan Tol Cipali merupakan bagian dari sistem Jalan Tol Trans Jawa yang menghubungkan mulai dari Jalan Tol Merak hingga ke Surabaya.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Dengan keberadaan Tol Cipali di antara Jakarta – Cikampek dan jalan tol Palimanan – Kanci, Tol Cipali merupakan saluran distribusi utama barang dan transportasi umum di Jawa dan diharapkan keberadaan Tol Cipali akan berdampak positif pada pertumbuhan kawasan industri, perumahan, perkantoran, pariwisata dan agrobisnis.

Untuk diketahui, konstruksi jalan tol Cipali dimulai sejak 28 November 2011 hingga 12 Juni 2015, konstruksi Jalan Tol Cipali dikerjakan oleh PT Lintas Marga Sedaya yang juga sebagai pemenang saham di jalan tol tersebut.

Proyek Jalan Tol Cipali sebenarnya telah dimulai sejak akhir 1996, yakni pada masa akhir kepemimpinan Presiden Soeharto. Namun, proyek ini dihentikan atas permintaan IMF kala terjadi Krisis Ekonomi 1997-1998 di Indonesia, saat penghentian proyek tersebut progresnya baru sampai tahap pembebasan lahan, yaitu sekitar 20 persen dari total lahan yang dibutuhkan.

Pada masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), proyek ini diteruskan dan rampung pada masa Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Adapun, proyek jalan tol terpanjang di Pulau Jawa itu menelan investasi sebesar Rp13,77 triliun melalui ekuitas dari badan usaha jalan tol dan pinjaman dari pihak perbankan.

Masa konsesi pengusahaan Jalan Tol Cikopo – Palimanan yaitu 40 tahun terhitung sejak Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) 21 Juli 2006.

Selama masa konsesi, PT Lintas Marga Sedaya wajib melakukan pengoperasian dan pemeliharaan sesuai dengan standar pelayanan minimal jalan tol.

Tol Cipali menjadi jalan tol terpanjang di Pulau Jawa dengan total jalan yang membentang 116,75 kilometer. Tol tersebut terbentang dari Cikopo KM 72 sampai dengan Palimanan KM 188 dengan melewati 5 Kabupaten, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka dan berakhir di Kabupaten Cirebon.

Jalan Tol Cipali memiliki 6 Gerbang Tol, yaitu Gerbang Tol Kalijati, Subang, Cikedung, Kertajati, Sumberjaya dan Palimanan dengan total jumlah gardu 44 unit. Jalan Tol Cipali memiliki 6 Interchange dan 99 unit jembatan.

Pada layanan lalu lintas, Astra Tol Cipali memiliki 12 unit Patroli, 12 unit Derek, dan 12 unit kendaraan rescue. Pada layanan informasi ASTRA Tol Cipali memiliki 9 unit Variable Message Sign (VMS), 47 kamera pantau CCTV.

Jalan tol tersebut juga dilengkapi tempat istirahat dan pelayanan (TIP/ Rest Area) berjumlah 8 rest area yang tersebar 4 berada di arah Jakarta dan 4 di arah Palimanan dengan jenis rest area terdiri dari Tipe A dan Tipe B. Tipe A berada di KM 102 A, KM 101 B, KM 166 A dan KM 164 B, Tipe B beradi di KM 86 A, KM 86 B, KM 130A dan KM 130B.

Sbelumnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan menyebut Jalan Tol Cipali menjadi jalan tol yang paling berbahaya di dunia karena memiliki tingkat fatalitas kecelakaan yang paling tinggi.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Hendro Sugiatno, menjelaskan perkembangan jalan tol di Tanah Air yang begitu pesat perlu disikapi dengan baik. Hal tersebut perlu dilakukan agar jalan tol tidak menjadi tempat yang berbahaya untuk merenggut nyawa penggunanya.

Dia menyoroti kasus-kasus kecelakaan yang kerap terjadi di Jalan Tol Cipali dengan adanya satu kasus kecelakaan fatal yang telah menyebabkan korban meninggal dunia beberapa waktu lalu.

"Jalan Tol Cipali adalah jalan tol yang nomor satu di dunia yang menjadi jalan tol fatalitas kecelakaannya paling tinggi. Itu perhitungannya satu kilometer berapa korban, itu ada hitung-hitungannya, itu menjadi jalan tol nomor satu," kata Hendro dalam rapat kerja bidang perhubungan darat 2022, dikutip dari Youtube Ditjen Perhubungan Darat, Senin (5/12/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 9 Februari 2023

Jogja
| Kamis, 09 Februari 2023, 03:17 WIB

Advertisement

alt

Meski Ada Gempa, Minat Masyarakat ke Turki Tak Surut

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 22:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement