Advertisement
Penandatanganan Kerjasama DP3AP2 DIY dengan Fakultas Fisipol UGM
Penandatanganan Kerjasama DP3AP2 DIY dengan Fakultas Fisipol UGM - Ist
Advertisement
Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk DIY (DP3AP2 DIY) dan fakultas ilmu sosial dan ilmu politik Universitas Gadjah Mada (Fisipol UGM) Melaksanakan penandatanganan rencana kerja yang dilaksanakan pada hari ini, tanggal 8 September 2022.
Pada sambutanya, Erlina Hidayati SIP, MM selaku kepala DP3AP2 menyampaikan bahwa banyak persoalan saat ini dimasyarakat membutuhkan sinergi antara Pemerintah daerah dengan akademisi. Mulai dari isu politik yang menjadi krusial menjelang tahun politih 2024.
Advertisement
Bukan hanya sekedar membahas keterwakilan perempuan, lebih dari itu Pendidikan politik bagi perempuan sangat dibutuhkan agar menjadi pemilih cerdas dan terlibat aktif dalam perubahan kebijakan mulai dari pemerintah terkecil yaitu kalurahan. Isu lain yang butuh direspon segera adalah isu kekerasan yang melibatkan anak di jalanan dan perkawinan usia anak.
Perlu kontribusi dari akademisi terkait perubahan sosial dimasyarakat dan upaya preventif yang harus dilakukan. Satu isu utama lain adalah kekerasan seksual termasuk pelecehan seksual. Kesemua persoalan tersebut menjadi indicator bahwa persoalan kesenjangan gender masih berkontribusi pada banyak aspek dimasyarakat. Dampaknya, persoalan demi persoalan terus ada selama kesenjangan gender yang memunculkan relasi kuasa yang timpang juga masih ada.
Sementara itu, Dekan Fisipol, Dr. Wawan Mas'udi, S.IP., M.P.A menyampaikan bahwa penandatanganan rencana kerja Ini adalah sebuah milestone dalam kolaborasi yang lebih melembaga antara Fisipol dengan DP3AP2 DIY. Selain isu yang disampaikan oleh Kepala DP3AP2 DIY sebelumnya, ada isu yang dapat dikolaboraikan seperti inklusi sosial dan ekonomi inklusi yang melibatkan perempuan. Banyak perempuan ibu rumah tangga tidak hanya aspek ekonomi sebagai sumber pendapatan, lebih dari itu, potensi ibu rumah tangga sebagai agen perubahan sosial.
Selain itu, menyikapi masalah kekerasan seksual, semangat menanggulangi kekerasan seksual. tidak hanya menyelesaikan masalah yang sudah ada, namun juga memberika tindakan pencegahan sebagai Langkah aktif.
Program rencana kerja ini akan diimplementasikan melalui berbagai kegiatan seperti Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), penelitian dan juga pengabdian masyarakat. Nantinya akan dilakukan evaluasi secara berkala terkait dengan rencana kerja yang telah disepakati
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Pesawat ATR Jogja-Makassar Hilang, Ini Kronologinya
- Pesawat ATR Indonesia Air Transport Hilang Kontak, Angkut 11 Orang
- Kalurahan Banyuraden Sleman Raih Penghargaan Desa Nasional 2025
- Pengungsi Banjir Pidie Jaya Menanti Kepastian Hunian Layak
- Bos Mossad ke AS, Konsultasi Soal Iran dan Potensi Serangan
Advertisement
Pesawat ATR PK-THT Hilang Kontak, Ini Kata GM Bandara Adisutjipto
Advertisement
Museum Iptek Hainan Dibuka, Tawarkan Wisata Sains Imersif
Advertisement
Berita Populer
- 96 WNI Dipulangkan dari Arab Saudi, Satu dalam Kondisi Sakit
- Pemkot Jogja Gelontorkan Rp135 M untuk Proyek Infrastruktur
- Kubu Militer Myanmar Klaim Menang Mayoritas di Pemilu Junta
- Ilmuwan AS Ungkap Peran Pulau di Indonesia pada Pola Hujan MJO
- Lima Kebiasaan Wajib untuk Usia 50+ agar Tetap Kuat di Usia Senja
- Kasus Kuota Haji: Peran Muzakki Cholis Disorot KPK
- KPK Dalami Asal Logam Mulia dalam Kasus Suap Pajak
Advertisement
Advertisement



