Advertisement
Ikapakci Gelar Bakti Sosial di Batang

Advertisement
BATANG—Ikapakci 84 rutin menggelar kegiatan bakti sosial di DIY, Wonosari, Solo, Gombong. Kali ini kegiatan sosial digelar Ikapakci di Batang.
Kegiatan itu sesuai dengan moto dari Ikapakci yakni Guyub Tur Migunani. Dalam kegiatan sosial ini, Ikapakci memberikan bantuan berupa uang, sembako, pakaian, alat tulis, uang saku, untuk para anak anak pondok Umar Bin Khotob Batang.
Advertisement
Selain itu juga digelar pemeriksaan gigi, dan donor darah untuk masyarakat. Sembako yang dibagikan sekitar 400 pack. Ketua panitia bakti sosial Ir. Sigit Susilo, MBA, berharap kegiatan bakti sosial terus dapat dilakukan dengan lebih bagus di wilayah lain.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPR Batang, Maulana Yusuf, ketua Aisyiyah Batang, pengurus panti serta para alumni seperti Mayjen Dr dr Nyoto Widyo Astoro, Sp.PD dari RSPAD Jakarta. Paguyupan Ikapakci 84 menggandeng Adaro Energi Indonesia Tbk melalui PT Bhimasena Power Indonesia yang mengoperasikan pembangkit besar di Batang. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Advertorial
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Dongkrak Produktivitas Pertanian, Kementan Genjot Distribusi Alsintan Modern Bagi Petani
- 241 Kecelakaan Terjadi Saat Mudik, 24 Orang Meninggal Dunia
- Kapan Prabowo Bertemu Megawati, Ini Kata Elite PDIP dan Gerindra
- One Way dan Contraflow Bakal Diterapkan Saat Arus Balik, Ini Waktunya
- Bikin Septitank, Penyintas Gunung Lewotobi Temukan 16 Granat
Advertisement

Hanya Rp11.600, Berikut Jadwal Angkutan Shuttle Rute Malioboro-Parangtritis
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Polri Sebut 1,9 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta
- Visa Diplomat dan Jurnalis Tiongkok di AS Dibatasi, Ini Sikap Kemenlu China
- PM Anwar Beri Bantuan Tunai untuk Korban Terbakarnya Pipa Petronas Gas Berhand
- PMI Sediakan Hadiah dan Suvenir Bagi Pendonor
- Sehari, 41.197 Kendaraan Keluar dari Pintu Tol di Klaten
- Arus Balik via Transportasi Udara Dimulai Hari Ini
- Menteri Karding Larang Warga Kerja di Kamboja dan Myanmar, Ini Alasannya
Advertisement
Advertisement