Lahan Sempit, Muncul Gagasan Pemakaman Alternatif Manusia Jadi Kompos
Metode alternatif pemakaman semakin berkembang seiring dengan peningkatan populasi dan terus berkurangnya lahan untuk pemakanan.
Huma./Pulptastic
Harianjogja.com, JOGJA—Orang berkata hidup kadang senang, kadang susah. Namun harapan banyak orang, momen bulan madu harusnya menyenangkan. Setidaknya itu yang direncanakan pasangan Huma dan Arsalaan.
Setelah menjadi kekasih selama tiga tahun, mereka akhirnya menikah. Seperti pasangan pengantin lainnya, mereka memutuskan untuk berbulan madu. Tujuannya adalah Yunani.
Mereka perlu mengurus visa dan sebagainya. Di sinilah petaka berawal. Visa Huma bisa didapatkan. Sayangnya, visa Arsalaan tidak kunjung muncul alias bermasalah.
Huma awalnya tidak ingin melanjutkan perjalanan tanpa suaminya. Namun lantaran semua biaya sudah dibayar, maka mau tidak mau, agar tidak rugi tentunya, Huma akhirnya berangkat. Dia ditemani oleh mertuanya.
Selama liburan (bukan lagi bulan madu), Huma mengirimkan beberapa foto pada suaminya. Foto itu sebagai tanda apabila dia merindukan Arsalaan. “Awalnya itu adalah cara untuk memberitahunya bahwa saya merindukannya, tetapi kemudian itu menjadi sesuatu yang saya nikmati,” kata Huma, dikutip dari Pulptastic, Jumat (1/7/2022).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Metode alternatif pemakaman semakin berkembang seiring dengan peningkatan populasi dan terus berkurangnya lahan untuk pemakanan.
SIM keliling Gunungkidul hari ini hadir di Patuk. Cek jadwal SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, hingga layanan Satpas terbaru.
Bantul siapkan guru SD hadapi Bahasa Inggris wajib 2027. Pelatihan dan komunitas belajar mulai dibentuk.
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.