Advertisement

Penyakit Gagal Hati Bisa Mematikan, Kenali Gejalanya

Mia Chitra Dinisari
Kamis, 22 September 2022 - 21:37 WIB
Bhekti Suryani
Penyakit Gagal Hati Bisa Mematikan, Kenali Gejalanya Perlemakan hati - istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Beberapa waktu yang lalu, Ketua Badan Keamanan Laut (Bakamla), Laksadya TNI Aan Kurnia mengkonfirmasi adanya peserta yang meninggal saat sedang mengikuti Coast Guard Basic Training (CGBT) yang diadakan oleh Bakamla.

Kendati sedang mengikuti pendidikan, peserta CGBT tersebut meninggal karena menderita gagal hati akut. Kondisi ini tentu mengejutkan karena ada kasus seseorang meninggal mendadak karena penyakit gagal hati akut.

Dilansir dari Healthline, gagal hati akut adalah kondisi saat tubuh kehilangan fungsi hati akibat berbagai kondisi, seperti keracunan jamur ataupun overdosis obat asetaminofen atau paracetamol.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Fungsi hati dimana diantaranya tempat memproses semua asupan yang masuk baik makanan maupun minuman serta menghasilkan energi serta nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh. Fungsi hati yang lain seperti menyaring zat berbahaya pada darah juga melawan infeksi.

Gagal hati akut bisa juga disebabkan oleh genetik atau penyakit turunan dari salah satu orang tua. Maka orang dengan keluarga yang punyai riwayat gagal hati akan memiliki risiko lebih besar terkena penyakit yang sama, daripada yang tidak punyai keluarga dengan riwayat gagal hati ini.

Gagal hati jenis ini merupakan gagal hati yang berkembang lebih cepat dari jenis lainnya, yaitu gagal hati kronis.

Lalu apa saja gejala gagal hati?

Beberapa kasus pasien gagal hati tidak memiliki gejala apapun hingga berangsur pada kondisi serius. Namun beberapa orang dengan gagal hati umumnya alami gejala berikut:

  1. Mual
  2. Kehilangan nafsu makan
  3. Alami kelelahan
  4. Diare
  5. Penyakit kuning, saat mata dan kulit berwarna kuning
  6. Penurunan berat badan
  7. Mudah alami memar dan luka berdarah
  8. Gatal-gatal
  9. Edema atau penumpukan cairan pada kaki
  10. Asites atau penumpukan cairan pada perut

Pengobatan gagal hati

Pengobatan untuk pasien dengan gagal hati cukup beragam, ini bergantung pada tingkat keparahan penyakit yang diderita pasien. Umumnya jika hanya sebagian hati pasien yang rusak, dokter akan melakukan pembedahan untuk mengangkat bagian hati yang rusak.

Hati yang rusak bisa nantinya akan tumbuh kembali kemudian. Namun, pada penderita gagal hati akut yang kerusakannya terlalu parah, akan dipertimbangkan untuk dilakukan tranplantasi hati.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Peringkat Pertama Keterbukaan Informasi, Pemkot Jogja Berjanji Tingkatkan Pelayanan

Jogja
| Kamis, 29 September 2022, 21:17 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement