Advertisement

Ratusan Mikroba tak Dikenal Ditemukan di Tibet, Berpotensi Picu Wabah Baru Dunia

Mia Chitra Dinisari
Jum'at, 01 Juli 2022 - 20:17 WIB
Bhekti Suryani
Ratusan Mikroba tak Dikenal Ditemukan di Tibet, Berpotensi Picu Wabah Baru Dunia Ilustrasi mikroba - medicalnewstoday

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Ratusan mikroba yang sebelumnya tidak diketahui dan tidak dikenal dideteksi di gletser Tibet. Mikroba ini berpotensi menular dan mengancam adanya wabah baru di dunia.

Para peneliti dalam penelitian itu menulis bahwa mikroba patogen modern dan kuno yang terperangkap es dapat menyebabkan epidemi lokal dan bahkan pandemi.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Dataran Tinggi Tibet, yang dikenal sebagai menara air Asia, adalah sumber dari beberapa sungai terbesar di dunia, termasuk Yangtze, Sungai Kuning, Sungai Gangga dan Yarlung Tsangpo (Sungai Brahmaputra).

Pelepasan bakteri yang berpotensi berbahaya dapat mempengaruhi dua negara terpadat di dunia yakni China dan India. 

Dalam studi mereka, geoscientist Dr Yongqin Liu dari Chinese Academy of Sciences dan rekan-rekannya mengambil sampel es dari 21 gletser di Dataran Tinggi Tibet Asia.

BACA JUGA: Kehilangan Rp1,3 Miliar akibat Investasi di Bittorent Trust, Seorang Warga DIY Lapor Polisi

Sering dijuluki "Atap Dunia", wilayah yang luas ini dataran tinggi tertinggi di dunia dan yang terbesar ditemukan di atas permukaan laut diapit di antara Gurun Taklamakan di utara dan pegunungan Himalaya di selatan.

Para peneliti mengurutkan DNA dari semua mikroorganisme yang mereka temukan tersimpan di dalam sampel es mereka, menciptakan database genom yang mereka sebut katalog “Tibet Glacier Genome and Gene”, atau disingkat “TG2G”.

Advertisement

 "Gletser secara tradisional dianggap sebagai lingkungan ekstrem." tulis para peneliti dilansir dari Express.

Mereka mengungkapkan alasannya karena gletser memiliki sumber daya karbon yang terbatas, suhu rendah, siklus pembekuan-pencairan yang sering, dan radiasi ultraviolet yang kuat.

Namun demikian, tim mengidentifikasi 986 spesies mikroba dari dalam gletser kebanyakan bakteri, tetapi juga ganggang, archaea dan jamur sekitar 82 persen di antaranya, belum tidak diketahui secara sains.

Advertisement

Ini bukan pertama kalinya gletser Tibet memberikan kejutan seperti itu. Sebuah studi inti es dari gletser tunggal pada awal 2020 mendeteksi 33 kelompok virus yang berbeda dalam sampel 28 di antaranya belum pernah terlihat sebelumnya.

Dari penelitian itu, para peneliti mengidentifikasi 27.000 potensi “faktor virulensi” – struktur seluler, molekul, dan sistem regulasi yang membantu bakteri menjajah inang.

Dari jumlah tersebut, 47 persen berbeda dari faktor virulensi yang diketahui, yang berarti bahwa saat ini tidak jelas seberapa menular bakteri ini.

Dikaitkan dengan elemen genetik seluler yang memungkinkan penyebarannya ke bakteri lain di hilir sungai, danau, dan tanah saat mencair.

Advertisement

Pembuangan air lelehan yang ditingkatkan dapat meningkatkan kemungkinan faktor-faktor virulensi ini berinteraksi dengan tanaman, hewan, dan manusia lokal Analisis lebih lanjut dari faktor-faktor ini diperlukan untuk mengevaluasi dampak pemanasan global terhadap kualitas air.

Temuan lengkap dari penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Nature Biotechnology.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Ciri Khas Tiap Kemantren Berkumpul di Festival Jogja Kota 2022

Jogja
| Jum'at, 02 Desember 2022, 23:47 WIB

Advertisement

alt

Sambut Natal, Patung Cokelat Sinterklas Terbesar di Indonesia Ada di Hotel Tentrem Jogja

Wisata
| Jum'at, 02 Desember 2022, 23:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement