Elpiji Nonsubsidi Makin Mahal, Ini Harganya di Tingkat Pengecer

Tabung Bright Gas kemasan 5,5 kg. - JIBI/Bisnis.com/Nadya Kurnia
03 Januari 2022 22:47 WIB Muhammad Ridwan News Share :

Harianjogja.com, JAKARTAPertamina mengumumkan kenaikan harga elpiji nonsubsidi 12 kilogram pada akhir tahun lalu. Pertamina menyesuaikan harga sekitar Rp1.600 hingga Rp2.600 per kilogram (kg).

Dengan begitu, harga untuk isi ulang LPG Bright Gas 5,5 kg berkisar pada harga Rp76.000, atau sekitar Rp13.818 per kg. Sementara itu, harga isi ulang Bright Gas dan elpiji 12 kg menjadi Rp163.000 atau sekitar Rp13.583 per kg.

Akan tetapi, harga jual di tengah masyarakat bisa lebih tinggi dari estimasi tersebut. Misalnya saja isi ulang Bright Gas 12 kg yang dijual Rp175.000 di Tangerang Selatan dan Bogor.

Irto Ginting, Pjs Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, mengatakan Rp163.000 untuk isi ulang elpiji dan Bright Gas tabung 12 kg adalah harga di tingkat agen resmi NPSO.

“Kenaikannya memang sekitar Rp25.000 [di tingkat pengecer]. Jadi kalau selama ini beli Bright Gas 12 kg Rp150.000, maka sekarang naik menjadi Rp170.000–Rp175.000,” katanya, Senin (3/1/2022).

Untuk isi ulang Bright Gas 5,5 kg, kata dia, kenaikannya berkisar Rp10.000 sampai dengan Rp13.000 dari harga sebelumnya.

Sebelumnya, harga elpiji dengan merek Bright Gas 12 kg di sejumlah koperasi dan pedagang ritel di Tangerang Selatan dan Bogor mencapai Rp175.000, naik Rp25.000 dari Rp150.000.

“Iya, naik Rp25.000 sejak 1 Januari 2022,” ungkap salah seorang pengelola koperasi di daerah Tangerang Selatan yang enggan disebutkan namanya, Senin (3/1/2021).

Salah seorang konsumen di Cimanggis, Bogor, Iqbal, 35, pun menuturkan bahwa keluarganya yang biasa mengonsumsi LPG 12 kg kaget dengan kenaikan tersebut. 

Sumber : JIBI/Bisnis.com