Prajurit Magelang Gugur di Lebanon, Pesan Terakhir Bikin Keluarga Haru
Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur di Lebanon, pesan terakhirnya bikin keluarga haru dan TNI siapkan pemakaman militer serta kenaikan pangkat anumerta.
Seorang warga di tepi jalan menjawab dengan menganggukkan kepala saat disapa dengan kata monggo. /Ist-tangkapan layar
Harianjogja.com, JOGJA-- Budaya Jawa dikenal dengan keramahannya. Dalam budaya Jawa, orang diajarkan untuk bersikap sopan terhadap orang lain meskipun tidak dikenalnya.
Baru-baru ini, seorang warganet membuktikannya. Seorang warganet di twitter dengan nama akun @Qolbi_almas membuat video unik. Pembuat video melakukan percobaan yakni menyapa orang-orang yang sedang berada di tepi jalan yang dilewatinya.
Pembuat video tersebut mengucapkan kata "monggo" kepada orang yang dilewatinya tersebut. Kata tersebut dari bahasa jawa sebenarnya berarti "silakan", namun sebagian orang menggunakannya dengan maksud untuk permisi.
Ternyata hasilnya, orang yang disapa tersebut membalasnya, meskipun orang tersebut kemungkinan tidak mengenal orang yang menyapanya. Beragam orang yang disapanya seperti ibu-ibu yang duduk di tepi jalan, tukang becak, tukang sapu, tukang tambal ban, penjual makanan hingga penjual pulsa.
Cara orang yang disapanya tersebut saat menjawab pun bermacam-macam, namun hampir semua menjawab sambil menganggukkan kepala. Ada yang menjawab dengan kata yang sama "monggo", ada yang menambahinya menjadi "nggih, monggo" ada pula yang menjawab dengan senyum saja.
Video tersebut diunggah oleh akun twitter @JogjaUpdate dan menarik perhatian warganet. Warganet merasa terkesan dengan kebiasaan orang Jawa untuk saling bertegur sapa atau mengucapkan kata permisi kepada orang yang dilewatinya.
"Cuma di Jogja gw baru kenal kebiasaan saling menyapa, menundukkan kepala sambil tersenyum walaupun tak saling kenal," tulis akun @dragdiva11.
"Kewajiban tidak tertulis untuk saling mengucap monggo," tambah @buddysusatio.
"walaupun skrng sdh gk di Jogja lagi, Menyapa seperti ini tetap harus dijaga sih utk ak pribadi. Terimakasih Jogja," komentar akun @SopyanSaputra.
"Nyenengke tenan.." tambah akun @AdityaYoga76.
Itulah wujud keramahan orang Jawa terhadap orang yang tidak dikenal. Jika Anda ingin membuktikan, cobalah melakukannya di Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur di Lebanon, pesan terakhirnya bikin keluarga haru dan TNI siapkan pemakaman militer serta kenaikan pangkat anumerta.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.