Peneliti Ungkap Faktor Pengaruh di Layanan Transaksi Elektronik

Presentasi hasil penelitian. - Ist.
05 Desember 2021 12:07 WIB Sunartono News Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Peneliti menemukan adanya sejumlah faktor yang mempengaruhi penerimaan layanan e-wallet atau transaksi elektronik di Indonesia.

Peneliti yang juga mahasiswa Program Studi Informatika Program Magister FTI UII Anggraeni Dias Saputri menjelaskan ia menemukan tujuh dari sembilan faktor yang diteliti terbukti berpengaruh signifikan terhadap penerimaan layanan e-wallet di Indonesia. Di antaranya adalah kemudahan dalam penggunaan layanan, keamanan layanan, kondisi fasilitas penunjang layanan, persepsi kegunaan dari layanan, finansial insentif yang diberikan oleh layanan, persepsi kenikmatan atau kesenangan dan pengaruh dari lingkungan sekitar.

“Terdapat satu faktor yang tidak ditemukan berpengaruh secara signifikan atas penerimaan layanan e-wallet di Indonesia dalam penelitian ini, yaitu faktor risiko,” katanya dalam rilisnya, Sabtu (4/12/2021).

Penelitian ini juga menemukan adanya efek moderasi dari jenis kelamin, usia, asal daerah, sektor pekerjaan, bidang pekerjaan, pendapatan dan pendidikan. Pengaruh sosial berdampak untuk perempuan namun tidak untuk laki-laki, begitu pula dengan persepsi kesenangan. Penggunaan layanan dan keamanannya berdampak bagi laki-laki maupun perempuan, serta usia tua maupun usia muda. 

“Pengaruh sosial dan persepsi kesenangan berdampak pada responden yang berasal dari luar pulau Jawa, sedangkan fasilitas penunjang layanan justru berdampak pada responden asal Pulau Jawa,” katanya.

Ketua Program Studi Informatika Program Magister FTI UII Izzati Muhimmah menambahkan faktor utama penerimaan layanan e-wallet di Indonesia adalah kemudahan dalam penggunaannya. Hal ini dapat menjadi prioritas utama penyedia layanan e-wallet untuk membuat layanannya lebih mudah digunakan meskipun oleh pengguna pemula sekalipun. Kemudian meningkatkan kinerja dan pelayanan bantuan agar pengguna merasa lebih aman dan nyaman ketika terjadi kendala dalam menggunakan layanan.

“Pengaruh lingkungan cukup berperan dalam penerimaan layanan e-wallet, sehingga penyedia layanan disarankan untuk memberikan informasi dan pengetahuan tentang produknya melalui iklan dan promosi. Sehingga masyarakat dapat mengetahui kegunaan dan cara penggunaan uang elektronik sebagai alat pembayaran,” katanya.

Sumber : Siaran Pers