Dana APBD Mengendap di Bank, Jokowi Tegur Pemda

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato di acara Kompas100 CEO Forum di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/11 - 2021) / Youtube Setpres\\r\\n\\r\\n
24 November 2021 12:37 WIB Dany Saputra News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo menegur para pemimpin daerah karena dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang ada di perbankan masih tinggi. Padahal, tahun 2021 akan selesai dalam sebulan lagi.

Hal itu disampaikannya pada saat membuka acara Rapat Koordinasi Nasional dan Anugerah Layanan Investasi 2021, di Jakarta, Rabu (24/11/2021).

BACA JUGA : Terserap 69,74%, Realisasi APBD DIY di Atas Rata-rata

"Pak Gubernur, Wali Kota, masih ada tadi pagi saya cek di Kementerian Keuangan, masih ada uang [APBD] di bank [mengendap] di akhir November ini. Tinggal sebulan lagi. Saya peringatkan," kata Jokowi dalam sambutannya.

Jokowi meminta agar para pemerintah daerah segera merealisasikan anggaran yang disebut masih bersisa Rp226 triliun di bank.

"Uang kita sendiri tidak digunakan, tapi kejar-kejar orang lain agar uang [modal] masuk. Logikanya gak kena. Uang kita sendiri dihabiskan dulu, relisasi segera. Habis sudah tidak ada APBD, APBN, baru cari investasi untuk datang. Logika ekonominya seperti itu," tuturnya.

Kepala negara menggarisbawahi bahwa desifit APBN hingga saat ini per Oktober 2021 mencapai Rp548 triliun. Lalu, sebagian APBN dialokasikan ke daerah senilai Rp642 triliun.

BACA JUGA : Sri Mulyani: Serapan Anggaran di DIY Tertinggi se-Indonesia

Di sisi lain, Presiden meminta agar investasi yang masuk ke tanah air memiliki nilai tambah atau yang bisa mendorong hilirisasi. Hal itu agar investasi yang masuk ke Indonesia bisa berdaya saing.

Dirinya tahun ini memberikan target investasi ke Kementerian Investasi/BKPM sebesar Rp900 triliun. Pada Januari-September, realisasi sudah mencapai 73,3 persen atau Rp659,4 triliun.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia