Jokowi Sekarang Lagi Kepincut Mobil Listrik, Apa Kabar Mobil Esemka?

Pengendara menggunakan aplikasi PLN Charge.IN di Jakarta, Jumat (29/1/2021). PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) meluncurkan aplikasi Charge.IN bagi pengguna kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB), aplikasi tersebut dapat digunakan untuk mengisi daya kendaraan di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). - Bisnis Indonesia/Eusebio Chrysnamurti
20 November 2021 19:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, BOYOLALI—Pemerintah kini tengah menggencarkan penggunaan mobil listrik.

Tren mobil listrik terus meningkat sejalan dengan meningkatnya isu perubahan iklim. Sejumlah pabrikan mobil besar kini sudah serius mengembangkan mobil listrik untuk diproduksi secara massal.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kini pun mulai melirik mobil listrik setelah dunia mulai menaruh perhatian pada peralihan energi dari energi fosil ke energi ramah lingkungan seperti listrik. Jokowi pun telah meminta Pertamina untuk segera membuat grand design produksi mobil listrik.

Jokowi mengaku Indonesia tak bisa sendirian untuk melakukannya. Harus ada kolaborasi dengan pihak atau negara lain untuk mewujudkan mobil listrik buatan dalam negeri.

Berbicara soal produksi mobil, Jokowi sebelumnya telah menginisiasi produksi mobil karya anak bangsa, yakni Mobil Esemka. Kehadiran mobil buatan lokal sempat mendapat atensi dan ekspektasi yang tinggi publik. Lantas, bagaimana nasib Mobil Esemka sekarang?

Ide untuk membuat mobil lokal dengan memberdayakan para siswa SMK ini muncul sejak Jokowi masih menjadi Wali Kota Solo. Kemudian, sejumlah komunitas berupaya mewujudkan keinginan itu. Hasilnya adalah Esemka Rajawali yang pada akhirnya digunakan oleh JOkowi sebagai kendaraan dinas Wali Kota Solo.

Meski Esemka Rajawali tidak berhasil lolos uji kelayakan dan emisi akan tetapi semangat untuk terus berusaha mengembangkan Esemka tetap tumbuh dan bergelora. Hingga akhirnya Esemka Rajawali berhasil lolos uji kelayakan dan emisi.

Produksi Esemka diseriusi dengan dibentuknya badan usaha bernama PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) yang 100% sahamnya dimiliki swasta nasional.

Pada 6 September 2019, Presiden Jokowi meresmikan pabrik Esemka di Kabupaten Boyolali, Jawa. Bersamaan dengan itu diluncurkan pula dua produk baru yakni Esemka Bima 1.2 dan Bima 1.3.

Kini, Esemka memproduksi 8 jenis kendaraan ringan, seperti dikutip dari situs resmi mereka. Delapan jenis kendaraan tersebut yakni

Esemka Bima 1.0 M/T
Esemka Bima 1.2 M/T
Esemka Bima 1.3 M/T
Esemka Bima 1.3 L M/T
Esemka Bima 1.8 D M/T
Esemka Digdaya 2.0 M/T
Esemka Garuda 2.0 (4×4) M/T
Esemka Borneo 2.7 D

Pandemi Covid-19 memukul bisnis Esemka. Dalam wawancara pada Februari 2021, PT SMK menyatakan berhenti memproduksi mobil akibat Covid-19. Penghentian produksi ini hanya sementara sampai kondisi membaik.

Humas PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) sebagai prinsipal Esemka, Sabar Budi, Selasa (9/2/2021) menjelaskan kegiatan produksi mobil Esemka dipabriknya yang berdiri di Desa Demangan, Boyolali, Jawa Tengah itu. Para karyawan bekerja cuma tiga jam, antara pukul 09.00 pagi sampai 12.00 WIB siang. Karenanya, aktivitas produksi mobil Esemka pun turun 60%.

“[Aktivitas] produksi kalau bahasa kami kan termasuk maintanance alat juga. Saat ini konsentrasinya produksinya malah nggak ada sih, cuma ngabisin stok saja,” ujar Sabar saat itu.

“Kalau produksi sih mungkin ya hanya finishing production sih. Stok kita juga masih ada beberapa yang belum kita keluarkan,” sambung Sabar.

Sumber : Solopos.com