Klaster Pembelajaran Tatap Muka Muncul di Kota Semarang, Begini Kronologinya

Ilustrasi. - Freepik
01 November 2021 21:47 WIB Imam Yuda Saputra News Share :

Harianjogja.com, SEMARANG—Kasus penularan Covid-19 di lingkungan sekolah saat pembelajaran tatap muka (PTM) atau klaster PTM ditemukan di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng). Total ada 70 siswa dan guru dari 29 sekolah yang dinyatakan positif Covid-19 dari klaster tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, Abdul Hakam, membeberkan kronologi penemuan klaster Covid-19 di lingkungan sekolah saat kegiatan PTM itu.

Awalnya, pihaknya melakukan random sampling atau tes acak Covid-19 kepada siswa dan guru di sekolah yang menggelar PTM mulai 25-27 Oktober 2021. Selama tiga hari itu, ada sekitar 3.729 siswa dan guru dari 112 sekolah, baik dari jenjang pendidikan SD, SMP, SLTA, hingga pondok pesantren (ponpes)  maupun pondok pesantren (ponpes) yang dites Covid-19.

“Tanggal 25 Oktober kami lakukan random sampling [tes acak] ke 1.980 siswa dan tenaga pendidik. Kemudian tanggal 26 Oktober ke-1.442 siswa dan tenaga pendidik, dan tanggal 27 Oktober ada 297 siswa dan tenaga pendidik yang kit ates. Jadi totalnya ada 3.729 yang kita lakukan random sampling,” ujar Hakam dalam rekaman video yang diperoleh JIBI, Senin (1/11/2021).

Hakam mengaku dari 3.729 siswa dan guru yang dites itu, sekitar 1,90% atau 70 orang dinyatakan positif. 70 orang yang dinyatakan positif itu berasal dari 29 sekolah yang tersebar di berbagai kecamatan, mulai dari Semarang Barat, Tembalang, Banyumanik, Ngaliyan, Semarang Utara, Semarang Selatan, Gayam, hingga Gajahmungkur.

Kasus paling banyak ditemukan di tingkat sekolah dasar, yakni 31 siswa usia 6-12 tahun. Kemudian usia 13-15 tahun atau siswa SMP mencapai 23 orang, siswa usia 16-18 tahun sebanyak 5 orang, dan usia 18 tahun ke atas mencapai 11 orang.

“Total ada 2 SLTA yang ditemukan kasus positif, SD ada 16, SMP 4, dan ponpes 7. Jadi totalnya 29 [sekolah dan ponpes],” imbuh Hakam.

Ditemukannya klaster atau kasus penularan Covid-19 di lingkungan sekolah yang menggelar PTM ini langsung direspons oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang.

Disdik Kota Semarang langsung menghentikan kegiatan PTM di sekolah selama sepekan, baik di tingkat TK, SD, maupun SMP.

“Betul dihentikan sementara karena ada temuan siswa yang positif,” kata Gunawan.