Advertisement
Kaya Mendadak karena Tol Jogja-Solo, Puluhan Warga Ditarik dari PKH
Ilustrasi - JIBI/M. Ferri Setiawan
Advertisement
Harianjogja.com, KLATEN—Puluhan warga Klaten terdampak Tol Jogja-Solo yang kaya mendadak menjadi sasaran bidik graduasi dari kepesertaan program keluarga harapan (PKH). Puluhan warga prasejahtera itu dinilai sudah mampu karena menjadi jutawan atau bahkan miliarder setelah memperoleh uang ganti rugi (UGR) jalan tol.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dissos P3AKB) Klaten, M., Nasir, mengatakan pembangunan jalan tol telah memberikan dampak positif ke warga di Klaten.
Advertisement
BACA JUGA: Belanja Kelompok Masyarakat Bawah Lebih Lambat Pulih akibat Pandemi
"Banyak OKB karena jalan tol. Mereka bisa bekerja atau berkarya karena memperoleh UGR jalan tol Solo-Jogja. Warga terdampak Tol Jogja-Solo itu menjadi salah satu sasaran kami agar segera masuk dalam graduasi. Kami terus mengedukasi kepada mereka," kata M., Nasir, Minggu (31/10/2021).
Hal senada dijelaskan Koordinator Pendamping PKH Klaten, Theo Markis. Sebanyak 250 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Bersinar telah diusulkan segera dinonaktifkan dari PKH. Ratusan KPM itu dinilai telah mampu secara ekonomi. Total KPM di Klaten hingga sekarang masih mencapai 61.098 KPM.
"Sebanyak 250 KPM itu masuk dalam bidik graduasi. Hal itu termasuk para KPM yang telah menerima UGR jalan tol Solo-Jogja. Jumlahnya kurang lebih mencapai 30 orang hingga sekarang," katanya.
Theo Markis mengatakan penyisiran akan terus dilakukan terhadap para KPM terdampak jalan tol, disesuaikan dengan rampungnya pembayaran ganti rugi di beberapa wilayah di Klaten.
"Proses ganti ruginya itu kan belum semuanya. Baru sampai di Karanganom," katanya.
BACA JUGA: Pengendara Sepeda Motor Jarak Minimal 250 Km Harus Tunjukkan Hasil Tes Covid-19
Luas tanah di Klaten yang terdampak Tol Jogja-Solo berkisar 4.071 bidang atau 3.728.114 meter persegi. Luas tersebut tersebar di 50 desa di 11 kecamatan. Masing-masing kecamatan yang akan dilintasi jalan tol, seperti Polanharjo, Delanggu, Ceper, Karanganom, Ngawen, Karangnongko, Klaten Utara, Kebonarum, Jogonalan, Manisrenggo, dan Prambanan.
Kali terakhir, tim pengadaan lahan untuk jalan tol Solo-Jogja telah menggelar musyawarah bentuk ganti kerugian jalan tol di Desa Manjungan (100 bidang) dan Desa Pepe (163 bidang), Kecamatan Ngawen, pekan kemarin. Selain dua desa tersebut, terdapat tujuh desa lainnya di Kecamatan Ngawen yang terdampak jalan tol Solo-Jogja. Masing-masing, Ngawen, Senden, Gatak, Tempursari, Kahuman, Duwet, dan Kwaren. Guna membebaskan lahan di Ngawen, tim pembebasan lahan telah menyediakan anggaran senilai Rp650 miliar.
"Tahap pembayaran UGR selama ini berlangsung lancar. Dari 16 desa di Klaten sudah setuju dan menerima pembangunan jalan tol," kata Kepala Seksi (Kasi) Pengadaan Tanah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Klaten, Sulistiyono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Batas Lapor SPT 30 April, Telat Kena Denda Rp100.000
- Terjebak di Lantai 23, Ini Pesan di Baju Selamatkan Penghuni Kebakaran
- KUR Perumahan Tembus Rp14 Triliun, Pemerintah Genjot Kota Satelit
- Kasus Penganiayaan Balita di Daycare Aceh, Pemkot: Hanya 6 TPA Berizin
- Usulan Kurikulum Keselamatan Transportasi Muncul Usai Tragedi Bekasi
Advertisement
Massa Aksi Dipukul, LBH Jogja Siapkan Laporan Dugaan Kekerasan May Day
Advertisement
Thailand Bakal Hapus Bebas Visa, Turis Wajib Verifikasi Saldo Keuangan
Advertisement
Berita Populer
- IKA FK Unsri Kawal Kasus Dokter Internship Meninggal, Ini Alasannya
- Aksi May Day di Jogja Dibatasi, Massa Tak Bisa ke Titik Nol
- DPR Usul SPT Pribadi Diperpanjang hingga Mei 2026
- May Day Sleman Meriah, Ada Cukur Gratis untuk Pekerja
- Kericuhan May Day Bandung, Sejumlah Pelaku Diamankan
- Kebijakan Baru Prabowo di Hari Buruh, Dari Desa hingga Driver Online
- Perlintasan KA Tanpa Palang di Kulonprogo Disorot, Ini Masalahnya
Advertisement
Advertisement







