Pandemi Meningkatkan Tren Permintaan Produk Sepatu, Ini Penjelasan Praktisi

Pandemi Covid-19 turut meningkatkan tren permintaan produk sepatu. - Ist.
24 Oktober 2021 04:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Kondisi pandemi Covid-19 yang membuat masyarakat gemar berolahraga ternyata berdampak pada peningkatan permintaan produk sepatu di Indonesia. Bahkan Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) mencatat, pada 2020 permintaan ekspor di sektor industri sepatu di Indonesia tumbuh hingga 8,97%.

Salah satu pemilik merek sepatu buatan lokal Co.Fit Hermawan Sulistyo menyatakan adanya tren menarik di tengah pandemi Covid-19 yang telah berlangsung lebih dari setahun yaitu meningkatkan kesadaran masyarakat di perkotaan khususnya untuk berolahraga. Sejumlah olahraga yang populer saat pandemi, mulai dari cycling, running hingga personal work-out selama pandemi.

“Berdasarkan data riset Institute for Transportation and Development Policy, jumlah pesepeda meningkat hingga 1000 persen di Jakarta selama pandemi. Ini diimbangi dengan kebutuhan untuk tampil fashionable dan menunjang penampilan mereka saat berolahraga demi eksistensi di medsos, salah satunya meningkatkan kebutuhan sepatu,” katanya, Sabtu (23/10/2021).

Aprisindo mencatat, pada 2020 yang lalu industri sepatu di Indonesia berhasil mengalami pertumbuhan hingga 8,97% untuk permintaan ekspor. Ssalah satu penyebabnya adalah perkembangan tren olahraga selama pandemi di seluruh dunia.

Ia menilai pandemi Covid-19 membuat gaya hidup masyarakat urban menjadi gemar berolahraga. Di sisi lain tren sepatu saat ini, lebih kepada model sepatu yang ringan serta mudah dikombinasikan dengan berbagai outfit tanpa meninggalkan fashion value. Produknya pun seringkali menyasar dan nyaman untuk mereka yang enerjik namun sederhana dengan banyak aktivitas tapi tanpa harus berganti sepatu.

“Bagaimana menghadirkan sepatu bisa digunakan dalam berbagai aktivitas dengan harga yang sangat terjangkau serta model, kualitas yang tidak kalah dengan produk impor," katanya.

Riset cukup panjang pernah dilakukannya agar kualitas merek lokal tidak kalah dengan produk luar. Hal ini sekaligus untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa buatan lokal juga mampu bersaing dengan produk asing.

Kelahiran produk lokal tersebut tidak dapat dipisahkan dari situasi pandemi CoVid-19 yang serba memprihatinkan. Hermawan Sulistyo mengajak masyarakat untuk pantang menyerah menghadapi kondisi yang sulit ini dengan terus berpikir positif & kreatif. Ia pun berhasil membuat empat artikel sepatu yaitu Vincenzo, Lunar, Racer dan Cassano, serta 1 artikel slippers (sandal) yang masing-masing mempunyai dua hingga tiga pilihan warna. Semua tipe ini berkonsep unisex alias bisa digunakan untuk pria maupun wanita dengan harga terjangkau.

“Kita tidak boleh hanya memikirkan bisnis atau untung rugi saja, tapi juga harus mempunyai simpati dan empati terhadap dunia usaha, khususnya nasib para pekerja. Sederhananya, selama para buruh dapat bekerja maka mereka dapat menghidupi keluarganya, tapi jika tidak, maka siapa yang akan peduli,” katanya.