Advertisement
Ini Ternyata Sejarah dan Penemu Bola Voli
Tim bola voli pria Indonesia di Asian Games 2018 - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – William G. Morgan, penemu permainan bola voli berasal dari New York dan lahir pada 1870.
Morgan muda menyelesaikan studi sarjananya di Springfield College of the YMCA (Young Men's Christian Association). Di YMCA, Morgan bertemu James Naismith yang sudah lebih dahulu menemukan basket pada 1981.
Advertisement
Setelah lulus, Morgan menghabiskan tahun pertamanya di Auburn (Maine) YMCA. Setelah itu, selama musim panas 1895, Morgan pindah ke YMCA di Holyoke (Massachusetts) dan menjadi direktur pendidikan jasmani. Melalui profesinya ini, dia mengembangkan program olahraga untuk pria dewasa yang disebut “Mintonette”.
Kemampuan kepemimpinannya sangat diapresiasi dan banyak mahasiswa yang antusias dengan program buatan Morgan. Saat itu, dia menyadari bahwa membutuhkan jenis permainan rekreasi yang bersifat kompetitif agar programnya lebih bervariasi.
Bola basket yang sedang berkembang saat itu dirasa lebih cocok untuk anak muda. Untuk pria lebih tua membutuhkan olahraga yang tidak terlalu keras dan intens.
Morgan tahu bahwa belum ada olahraga yang sama dengan bola voli saat itu. Dia mengembangkan voli dari metode olahraganya sendiri dan pengalamannya selama di YMCA.
Melalui pengalamannya menemukan bola voli, Morgan berkata, “Dalam mencari permainan yang sesuai, saya berpikir tentang tenis, tetapi ini membutuhkan raket, bola, jaring, dan peralatan lainnya, jadi itu dihilangkan, tetapi gagasan tentang jaring tampaknya bagus”.
Akhirnya Morgan mengangkat jaring ke ketinggian 2 meter dari tanah, tepat di atas kepala rata-rata pria.
Dalam memilih bola yang digunakan, Morgan dan timnya mencoba berbagai bola termasuk bola basket. Namun, bola basket dirasa terlalu besar dan berat.
Pada akhirnya, Morgan meminta perusahaan A.G. Spalding & Bros untuk membuat bola di pabrik mereka di Massachusetts. Hasilnya memuaskan, yaitu bola dilapisi kulit dengan ban dalam karet, kelilingnya masing-masing 63,5 cm dan 68,6 cm, dan beratnya tidak kurang dari 9 dan tidak lebih dari 12 ons (masing-masing 252 gr dan 336 gr).
Morgan meminta dua temannya dari Holyoke, Dr. Frank Wood dan John Lynch, untuk menyusun konsep permainan bola voli dengan 10 peraturan pertama.
Pada awal 1986, YMCA mengadakan konferensi yang mempertemukan semua direktur pendidikan jasmani YMCA. Morgan mendapat kesempatan untuk menampilkan permainan yang ia buat.
Morgan membawa dua tim yang terdiri masing-masing terdiri dari lima orang. Kapten salah satu tim adalah J.J. Curran dan John Lynch yang merupakan walikota dan kepala pemadam kebakaran Holyoke.
Pada demonstrasinya, Morgan mengatakan bahwa permainin dapat dilakukan baik di dalam maupun luar ruangan. Objek dari permainan ini adalah menjaga bola yang berpindah melewati atas net dari satu sisi ke sisi lainnya.

William G. Morgan, penemu permainan bola voli./Frantisek Juris
Setelah melihat sistem permainan yang ditunjukkan dan penjelasan Morgan, Profesor Alfred T. Halstead mengusulkan agar nama "Mintonette" diganti dengan "Bola Voli." Nama ini diterima oleh Morgan dan konferensi.
Morgan menjelaskan peraturan permainan dan memberikan salinannya kepada konferensi tersebut. Akhirnya, sebuah komite ditunjuk untuk mempelajari peraturan dan menghasilkan saran untuk pengembangan dan pengajaran permainan.
Sebuah laporan singkat tentang permainan baru dan aturannya diterbitkan dalam "Pendidikan Jasmani" edisi Juli 1896 dan aturannya dimasukkan dalam edisi 1897 dari buku pegangan resmi pertama Liga Atletik YMCA Amerika Utara.
Morgan meninggal pada 1942 dalam usia 72 tahun. Olahraga voli semakin populer di seluruh dunia dengan tingkat partisipasi di semua tingkat internasional terus tumbuh secara eksponensial.
Pertumbuhan terjadi melalui kesuksesan besar kompetisi dunia seperti FIVB World Championships, FIVB World League, FIVB World Grand Prix, FIVB World Cup, dan FIVB Grand Champions Cup serta Olympic Games.
Bola voli sekarang menjadi salah satu dari lima besar olahraga internasional, dan FIVB (Federation Internationale de Volleyball), dengan 220 federasi nasional yang berafiliasi, adalah federasi olahraga internasional terbesar di dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
- Pendatang ke Jakarta Didominasi Usia Produktif Minim Keterampilan
Advertisement
Dari Sawah ke Tanah Suci, Kisah Mardijiyono Menjemput Haji di Usia 103
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan Kini Dilengkapi Antrean Digital
- Sindikat Oplos LPG Subsidi Terbongkar, Keuntungan Rp1,3 Miliar Perhari
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- Harga Pangan Global Naik Lagi, FAO Soroti Dampak Konflik Timur Tengah
- UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan bagi 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
- Kunjungi Museum Andi Bayou, DPRD DIY Susun Regulasi Baru
Advertisement
Advertisement








