Perdana, Indonesia Dapat Kiriman Vaksin Johnson & Johnson

Vaksin Johnson and johnson
11 September 2021 14:17 WIB Nindya Aldila News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Indonesia untuk pertama kalinya menerima vaksin Johnson & Johnson sebanyak 500.000 dosis pada Sabtu (11/9/2021).

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan vaksin merek asal Amerika Serikat ini merupakan bantuan dari Pemerintah Belanda untuk ketiga kalinya.

Sebelumnya, Indonesia telah meneri 657.000 vaksin AstraZeneca dari Belanda sebagai bagian dari komiten dose sharing sebanyak 3 juta dosis.

"Atas nama Pemerintah Indonesai saya ingin menyampaikan terima kasih dan pengharagaan kepada pemerintah Belanda atas solidaritas dan persahabatannya," katanya dalam konferensi pers virtual.

Lebih lanjut, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan sejak kedatangan vaksin pertama, Indonesia sudah mengamankan total 232 juta dosis vaksin, baik dalam bentuk bulk ataupun dosis jadi.

"Vaksin Janssen telah menerima emergency use authorization [EUA] dari BPOM dan akan dipakai masyarakat umum berusia 18 tahun ke atas dengan dosis tungggal sebanyak 0,5 ml," ungkapnya.

Pada tahap awal, katanya, vaksin Janssen akan didistribusikan ke daerah anglomerasi.

Pada hari yang sama, Indonesia juga menerima lebih dari 2 juta dosis vaksin jadi dari SInovac.

Kedatangan dua vaksin ini bakal mepercepat laju vaksinasi. Dante meyakini vaksinasi pada September dapat mencapai 2 juta dosis vaksin per hari.

Hingga 10 September Kementerian Kesehatan telah menyuntikkan lebih dari 112 juta dosis vaksin , yang terdiri dari 17,1 juta dosis pertama dan 40,8 juta dosis kedua.

Sumber : Bisnis.com