Messi vs Mbappe: Berduel Pecahkan Rekor Gol Piala Dunia
Messi samai rekor Klose di Piala Dunia, Mbappe mengancam. Siapa jadi top skor sepanjang masa?
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno. /Bisnis.com-Janlika
Harianjogja.com, SOLO - Penggunaan aplikasi PeduliLindungi kini terus disosialisasikan oleh pemerintah, khususnya oleh Menparekraf Sandiaga Uno.
Sandiaga mengatakan, nantinya PeduliLindungi akan menjadi syarat untuk masuk ke dalam tempat wisata, hotel, restoran, dan kafe.
Meskipun kini belum banyak dipakai, namun PeduliLindungi akan menjadi syarat baru untuk melakukan kegiatan kedepannya.
BACA JUGA : Masyarakat Wajib Unduh Aplikasi PeduliLindungi
Pihak pemerintah, kata Sandi, kini terus melakukan optimalisasi dan penyempurnaan PeduliLindungi agar aman dipakai oleh masyarakat.
"Kuncinya adalah koordinasi yang lebih kuat, juga proteksi terhadap data, khususnya data pribadi dan PeduliLindungi harus betul dipagari agar menjadi standar baru dari penyelenggaraan ke depan," kata Sandiaga Uno dikutip Bisnis dari Youtube Kemenparekraf, Weekly Press Briefing 2021, Senin (6/9/2021).
Dalam sektor pariwisata sendiri, penggunaan PeduliLindungi belum mencapai tahap optimal.
Oleh karena itu, Sandiaga mengajak masyarakat untuk memberikan "benefit of the doubt" terhadap aplikasi buatan pemerintah tersebut.
"Berikan kesempatan kepada PeduliLindungi untuk bisa lebih disempurnakan, dioptimalkan, dan pada saat yang sama dibiasakan dalam penggunaannya,".
BACA JUGA : Tak Bisa Diintegrasikan, Ini Beda PeduliLindungi
Menparekraf kemudian menjelaskan manfaat penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk masyarakat di tengah pandemi Covid-19.
Seperti yang diketahui, PeduliLindungi bisa memberitahu tempat mana yang sedang rawan penularan Covid-19 dengan bantuan color coding.
Pemerintah kemudian bisa memberikan penanganan yang cepat dengan bantuan color code tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Komisi X DPR menyebut guru PPPK paruh waktu akan otomatis menjadi penuh waktu mulai Januari 2027 tanpa tes.
Susilo Nugroho alias Den Baguse Ngarso ditemukan meninggal di rumahnya di Mantrijeron, Jogja, Senin (21/9/2026).
Dugaan pungli food truck di Alkid Jogja viral. Keraton meminta Pemkot Jogja dan aparat mengusut serta menindak tegas.
Seniman Susilo Nugroho atau Den Baguse Ngarsa meninggal dunia pada Senin (21/9/2026). Ia dikenal lewat Teater Gandrik dan Mbangun Desa.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menindaklanjuti aspirasi warga Jurangjero soal irigasi, PJU, dan penanganan stunting.