Begini Cara Cek Risiko Serangan Jantung Saat Menyikat Gigi

Menyikat gigi. - Sheknows
26 Agustus 2021 20:37 WIB Ni Luh Anggela News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Seperti kebanyakan penyakit kardiovaskular, serangan jantung terjadi ketika satu atau lebih arteri koroner tersumbat.

Serangan jantung sering ditandai dengan sensasi sesak atau sesak di bagian tengah dada. Terdapat beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya serangan jantung, salah satunya adalah obesitas.
 
Penelitian yang berkembang menunjukkan bakteri sebagai penyebab potensial terjadinya serangan jantung. Saat bakteri memasuki darah dan melakukan perjalanan ke jantung, mereka dapat menyebabkan infeksi yang berpotensi fatal pada lapisan dalam organ.

Sekarang, melansir Express, Kamis (26/8/2021), sebuah studi baru telah mengidentifikasi satu kondisi umum yang dapat meningkatkan risiko kuman memasuki aliran darah, yang menyebabkan serangan jantung.
 
Penyakit gusi, periodontitis, merupakan infeksi gusi yang menyerang jaringan lunak dan tulang penyangga gigi. Tanda awal dari kondisi ini adalah pendarahan pada gusi saat menyikat gigi, yang biasanya terjadi selama gingivitis, salah satu bentuk periodontitis yang lebih ringan.
 
Meskipun pendarahan gusi relatif umum, itu tidak boleh diabaikan. Periodontitis pada tahap awal masih dapat dengan mudah disembuhkan.  Namun, bentuk penyakit yang lebih lanjut dan parah dapat memicu penyakit serius lainnya.
 
Tanda dan gejala dari kondisi tersebut meliputi gusi bengkak, gusi merah cerah, merah kehitaman atau keunguan, gusi yang terasa lembut saat disentuh, sikat gigi berwarna merah muda setelah sikat, meludahkan darah saat menyikat atau menggunakan benang gigi, bau mulut, serta nanah di antara gigi dan gusi.
 
Sebuah studi baru, yang dilakukan di Swedia, melibatkan 1.578 peserta berusia rata-rata 62 tahun, yang menjalani pemeriksaan gigi antara tahun 2010 dan 2014. Dari pasien tersebut, 985 diklasifikasikan sebagai sehat, sementara 489 memiliki periodontitis sedang dan 113 memiliki periodontitis berat. Selama periode tindak lanjut 6,2 tahun, ada 205 kejadian titik akhir primer, yang didefinisikan sebagai kematian karena semua penyebab, serangan jantung atau stroke non-fatal, atau gagal jantung berat. Para peneliti mengamati bahwa peserta dengan periodontitis pada awal memiliki kemungkinan 49 persen lebih tinggi dari titik akhir primer yang tercantum di atas.
 
Dokter Ferrannini mengatakan, risiko mengalami kejadian kardiovaskular selama masa tindak lanjut lebih tinggi pada peserta dengan periodontitis, meningkat seiring dengan tingkat keparahannya. Ini terutama terlihat pada pasien yang sudah mengalami infark miokard.
 
“Kami mendalilkan bahwa kerusakan jaringan periodontal pada orang dengan penyakit gusi dapat memfasilitasi transfer atau kuman ke dalam aliran darah. Ini bisa mempercepat perubahan berbahaya pada pembuluh darah kuman yang masuk ke aliran darah. Ini bisa mempercepat perubahan berbahaya pada pembuluh darah dan/atau meningkatkan peradangan sistemik yang berbahaya bagi pembuluh darah,” jelasnya.
 
Deposit kuman di lapisan jantung disebut sebagai endokarditis, dan biasanya dipicu oleh bakteri, jamur, atau kuman lain yang masuk ke dalam tubuh melalui mulut.
 
Selama tahap awal periodontitis, peradangan gusi yang disebabkan oleh bakteri dapat terjadi hanya dalam waktu lima hari. Kuman yang terkait dengan kondisi ini terutama terdiri dari bakteri anaerob gram negatif, sehingga penting untuk mengatasi gejala segera setelah muncul.

Sumber : Bisnis.com