Kebutuhan Oksigen Naik Lima Kali Lipat, Ini yang Dilakukan Pemerintah

Pemprov DKI Jakarta menyediakan posko "Oxygen Rescue" di Kawasan Monas, Jakarta Pusat, untuk memenuhi kebutuhan oksigen di rumah sakit ibu kota, Minggu (4/7). - Antara
16 Juli 2021 15:17 WIB Oktaviano DB Hana News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan kebutuhan oksigen meningkat pesat seiring dengan meningkatnya jumlah pasien Covid-19 di Indonesia.

Hal itu disampaikan Menkes kepada Presiden Joko Widodo dan jajaran Kabinet Indonesia dalam rapat terbatas, Jumat (16/7/2021).

Budi mengatakan sebelumnya kebutuhan oksigen hanya sebesar 400 ton per hari. Saat ini, kebutuhan meningkat pesat menjadi hampir 2.000 ton per hari atau lima kali lipat.

"Dari sisi oksigen kami juga update ke kabinet bahwa kebutuhan oksigen memang meningkat sangat pesat dari sebelumnya 400 ton per hari naik sekarang hampir menjadi 2.000 ton per hari," kata Budi dalam konferensi pers daring, Jumat (16/7/2021).

Budi menjelaskan, untuk memenuhi pasokan pihaknya menggunakan kapasitas ekses dari pabrik-pabrik atau industri-industri yang ada di dalam negeri, dengan bekerja sama dengan Kementerian perindustrian.

Setidaknya, ada sekitar 240 sampai 250 ton per hari kapasitas ekses yang bisa digunakan dari industri industri dalam negeri. Selain itu, pihaknya mencoba membangun strategi oxygen concentrator.

"Ini adalah alat kecil yang membutuhkan listrik saja kita bisa pasang di rumah maupun di tempat tidur rumah sakit untuk supplay oksigen dengan kapasitas 10 liter atau 5 liter per menit sehingga cukup untuk tempat tidur isolasi," katanya.

Dia mengatakan pemerintah berencana untuk membeli sekitar 20.000 sampai 30.000 oxygen concentrator yang bisa menyediakan sekitar 600 ton oksigen perhari untuk rumah sakit yang menangani pasien Covid-19.

"Dan bisa kita pinjam kan ke rakyat yang membutuhkan," katanya.

Sumber : JIBI/Bisnis.com