Lelang Aset Koruptor di BPA Fair Laris, Harley hingga BMW Terjual
BPA Fair Kejaksaan Agung menjual Harley Davidson, BMW, hingga Mercedes hasil rampasan korupsi dengan kenaikan lelang Rp1,65 miliar.
Head of Marketing dan RnD Sei Sapi Kana Banyubiru di Gerai. /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA—Salah satu kuliner dari Indonesia Timur yang saat ini cukup populer di tengah masyarakat Jogja adalah Sei Sapi Kana. Merupakan irisan daging sapi yang dipanggang selama berjam-jam dipadu bumbu rempah sehingga menghasilkan citarasa yang lezat. Meski baru masuk pada 2019 silam, kuliner Sei Sapi ini menjadi popular berkat ekosistem digital.
Head of Marketing dan RnD dari Se’i Sapi Kana Banyubiru menjelaskan dalam pengembangan bisnis kuliner Sei ini dokus dengan media sosial sebagai alat promosi. Selain itu memanfaatkan peluang lewat platform digital yang menawarkan layanan pesan-antar secara online seperti GrabFood. Melalui digital tersebut ia terus mempopulerkan masakan khas Indonesia Timur ini dengan menyediakan berbagai macam variasi menu. Mulai dari sambal yang mempertahankan keaslian dari Indonesia Timur dengan nama Sambal Lu’at sebagai menu andalan.
BACA JUGA : Mencicipi Makanan Kekinian, Se\'i Sapi Koro Hadir di Sleman
“Lewat platform utama ini sebagai layanan pengantaran online, terbukti dari kehadiran Se’i Sapi telah menghasilkan kesadaran pasar yang lebih baik. Dua atau tiga tahun lalu, Se’i Sapi adalah menu yang cukup sulit ditemukan di kalangan masyarakat Indonesia. Kini masyarakat bisa menikmati hidangan ini di 100 gerai di kota-kota seperti Jogja, Jakarta, Semarang, Malang, Bali dan kota lainnya,” katanya Rabu (14/7/2021).
Banyu menilai dukungan dari GrabFood juga telah mempengaruhi strategi bisnis dan meningkatkan layanan dine-in Se’i Sapi Kana. “Hal yang perlu diperhatikan adalah menciptakan keseimbangan antara promosi yang tersedia di platform ini dan yang tersedia di gerai offline. Kami menemukan bahwa kehadiran kami di platform online mendorong konsumen untuk ke toko secara langsung,” katanya.
Head of Marketing GrabFood Hadi Koe menambahkan ia menciptakan ekosistem digital yang baik untuk membantu UMKM mengembangkan bisnisnya di ranah digital. Salah satunya mitra dari berbagai latar belakang dapat memperoleh manfaat dari fitur dan program yang diluncurkan.
“Kami juga memberikan wujud apresiasi pada mitra. Harapannya, program ini dapat membantu mengembangkan menu baru untuk memanjakan konsumen dan selalu berusaha untuk memberdayakan para mitra dan menjadi platform terbaik untuk pelaku UMKM,” ujarnya.
BACA JUGA : Warganet Ini Bandingkan Kuliner Jogja dan Solo, Katanya
Founder dari Sei Sapi Kana Andra Lesmana menyatakan, misi untuk mempopulerkan hidangan Se’i di seluruh nusantara telah berhasil dengan dukungan dari ekosistem digital yang mumpuni. Ia terus berupaya menganalisis tren secara akurat dan menerapkan pembaruan u pasar, seperti melayani masyarakat yang berkegiatan di rumah. “Selain itu pelaku usaha juga harus mempunyai mental yang luar biasa,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPA Fair Kejaksaan Agung menjual Harley Davidson, BMW, hingga Mercedes hasil rampasan korupsi dengan kenaikan lelang Rp1,65 miliar.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.