Australia Ubah Syarat Penerima Vaksin AstraZeneca

Vaksin Covid-19 AstraZeneca - Antara
19 Juni 2021 09:17 WIB Rezha Hadyan News Share :

Harianjogjacom, JAKARTA — Pemerintah Australia mengumumkan vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca hanya disarankan bagi orang berusia 60 tahun ke atas. Vaksin ini sebelumnya diberikan bagi mereka yang berusia 50 tahun ke atas.

Menteri Kesehatan Australia Greg Hunt mengatakan bahwa pihaknya telah menerima masukan dari Australian Technical Advisory Group on Immunization (ATAGI). Setelah menerima masukan tersebut, pihaknya memutuskan orang berusia di bawah 60 tahun mulai sekarang akan disuntik dengan vaksin buatan Pfizer.

"Kami akan segera membuka akses ke Pfizer bagi mereka yang berusia 40 hingga 59 tahun. Vaksin ini akan terbuka untuk 1,2 juta orang dalam kelompok usia 50 hingga 59 yang belum divaksinasi," kata Hunt seperti dikutip dari ABC Australia pada Jumat (18/6/2021).

Hunt juga mengatakan bahwa Australia tetap berada di jalur menuju vaksinasi penuh bagi seluruh penduduk yang menginginkannya pada akhir 2021.

Sementara itu, pejabat tertinggi bidang medis (Chief Medical Officer) di Australia Paul Kelly menambahkan bagi warga berusia 50 tahun ke atas yang telah menerima suntikan pertama AstraZeneca tanpa efek samping, akan tetap mendapatkan vaksin ini untuk suntikan kedua.

"Siapa pun yang telah mendapat suntikan pertama AstraZeneca tanpa masalah, harus merasa percaya diri untuk mendapatkan suntikan kedua, Berdasarkan informasi yang kita miliki di Australia, kita tidak memiliki satu kasus pun terjadi pada suntikan kedua [AstraZeneca]," katanya.

Menurut laporan Administrasi Barang Terapeutik (TGA) terbaru, sebanyak 60 orang di Australia telah mengalami gangguan pembekuan darah di antara 3,6 juta dosis AstraZeneca yang telah disuntikkan.

Dari jumlah tersebut, dua orang perempuan meninggal, terakhir kali adalah perempuan berusia 52 tahun. Sementara 22 orang lain dirawat di rumah sakit karena pembekuan darah, empat di antaranya di ICU.

Sebanyak 36 orang telah keluar dari rumah sakit dan dalam pemulihan. Selain itu, tercatat 12 kasus baru pembekuan darah yang dikonfirmasi atau kemungkinan terjadi dalam seminggu terakhir, tujuh di antaranya dialami orang berusia 50 hingga 59 tahun.

"Peningkatan jumlah kasus berkorelasi dengan peningkatan jumlah dosis vaksin AstraZeneca yang diberikan selama [minggu lalu]," kata TGA.

TGA sekarang memecah laporan gumpalan menjadi dua tingkatan yang berbeda. Tingkat 1 mencakup bentuk gangguan pembekuan yang lebih parah, sedangkan kasus Tingkat 2 memiliki efek yang kurang serius.

Sumber : JIBI/Bisnis.com