Bansos September 2026 Belum Cair Padahal Terdaftar? Ini Penyebabnya
Bansos September 2026 belum cair meski nama terdaftar? Simak penyebab, cara cek status, perubahan desil hingga masalah rekening.
Kebaya merupakan pakaian yang dikenakan oleh perempuan dari berbagai daerah/Jibiphoto
Harianjogja.com, JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mengusulkan penetapan Hari Berkebaya Nasional (HBN) untuk ditindaklanjuti.
Nyoman Shuida Deputi Bidang Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan dan Prestasi Raga Kemenko PMK mengajak seluruh lembaga untuk bersinergi bersama dalam mewujudkan HBN.
"Gagasan besar ini harus didukung secara konsisten oleh kita semua, termasuk Kemenko PMK dan kementerian terkait lainnya. Kalau kita sama-sama bersinergi, tidak akan sulit mewujudkan HBN," kata Nyoman Shuida seperti dikutip dari siaran resmi, Jumat (4/6/2021).
Adapun kebaya ditetapkan sebagai Busana Nasional Indonesia sejak tahun 1972 dan HBN diharapkan dapat ditetapkan melalui keputusan RI.
BACA JUGA: Bom Waktu Limbah Tambak di Pesisir DIY
Untuk mewujudkannya juga diperlukan ada beberapa tahapan yang harus dijalankan. Kendati begitu, Ketua Panitia KBN Lana T. Koentjoro mengapresiasi masih banyak orang-orang yang peduli dengan warisan budaya Indonesia dan ingin melestarikan ke tahap yang lebih serius.
"Ada beberapa tahapan yang harus dilalui, dan kami bersyukur karena hari ini sudah bisa menindaklanjuti keputusan KBN untuk penetapan Hari Berkebaya Nasional serta pendaftaran Kebaya ke UNESCO sebagai warisan budaya tak benda asal Indonesia," katanya.
Kebaya merupakan busana yang mencerminkan busana nasional bukan daerah tertentu karena dipakai oleh perempuan di berbagai wilayah dengan model yang bervariasi dan menjadi media pendidikan karakter serta identitas perempuan Indonesia.
"Kebaya itu tidak hanya sekedar busana. Ada aspek ekonomi karena mendorong industri fashion di tanah air. Kebaya juga bisa menjadi media pendidikan karakter dan menjadi identitas perempuan Indonesia," kata Dr. Suciati yang sedang melakukan disertasi mengenai kebaya sebagai busana Ibu Negara.
Rapat HBN melibatkan berbagai kementerian terkait seperti kemenko polhukam, Kemendikti, Kemenparekraf, kementerian dalam negeri, Kemenkop UKM, dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Organisasi pendukung penetapan HBN seperti Perempuan Berkebaya Indonesia, Perempuan Indonesia Maju, Komunitas Cinta Budaya Nusantara, Komunitas Notaris Indonesia Berkebaya, Galang Kemajuan Ladies dan Lady Fire L.J. Hooker, Yayasan Kebaya, dan Yayasan Busana Nasional Nusantara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Bansos September 2026 belum cair meski nama terdaftar? Simak penyebab, cara cek status, perubahan desil hingga masalah rekening.
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Menlu Sugiono membuka dan menutup pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dengan salam lintas agama.