Advertisement
Bandara Purbalingga Resmi Beroperasi, Ini Pesawat Pertama yang Mendarat
Penumpang pesawat Citilink tiba di Bandara Jenderal Besar Soedirman Purbalingga, Kamis (3/6/2021). - JIBI/Solopos/Imam Yuda Saputra
Advertisement
Harianjogja.com, PURBALINGGA—Bandara Jenderal Besar Soedirman di Kabupaten Purbalingga resmi beroperasi kali pertama, Kamis (3/6/2021).
Pesawat Citilink jenis ATR yang mengangkut 34 penumpang dari Surabaya menjadi pesawat pertama yang mendarat di bandara tersebut. Kedatangan pesawat Citilink jenis ATR ini pun disambut Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, dan Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi. Ganjar bahkan mengalungkan bunga kepada sang pilot.
Advertisement
BACA JUGA: Pertahankan Ruang Hidup, Warga Wadas Kembali Datangi BBWS Serayu Opak Tolak IPL Tambang
Seorang penumpang, Aditya, 35, mengaku senang bisa mendarat dengan mulus di Bandara Jenderal Besar Soedirman Purbalingga.
"Senang sekali rasanya. Alhamdulillah sudah ada bandara di sini, dan kami jadi penumpang pertama. Apalagi, ini disambut langsung sama pak Ganjar. Senang sekali rasanya," kata Aditya.
Aditya mengaku ini merupakan kali pertama pulang kampung ke Purbalingga dengan menggunakan pesawat. Biasanya ia pulang ke kampung halaman dengan menggunakan kereta api atau bus dengan waktu tempuh 9-10 jam.
"Tapi sekarang cepat, tadi saja cuma satu jam lebih sedikit. Jadi membantu sekali, lebih cepat. Jadi, saya kali ini mengajak anak saya ini, baru pulang kampung pertama kali buat anak saya, karena naik pesawat, jadi lebih nyaman saya mengajaknya," ucapnya.
Tak hanya Aditya, sejumlah penumpang yang hendak menaiki pesawat juga sudah tak sabar menantikan kedatangan di terminal. Salah satunya Linto, 41. Bersama istri dan anaknya yang masih kecil, Linto begitu senang saat melihat pesawat yang akan dinaikinya ke Jakarta telah mendarat.
"Saya mau ke Jakarta, ini baru pertama naik pesawat dari Purbalingga ke Jakarta. Biasanya naik kereta, travel atau bus. Susah sekali, lama waktunya," ucapnya.
Namun kerepotan itu kini sudah teratasi. Dengan adanya bandara di daerahnya, ia lebih mudah bepergian ke Jakarta dan sekitarnya.
"Bangga sekali Purbalingga punya bandara sebagus ini. Sekarang mau kemana-mana jadi gampang, waktunya lebih singkat dan cepat. Harapannya nanti lebih banyak maskapainya, tidak hanya satu," ucapnya.
BACA JUGA: Jokowi Diprediksi Wariskan Utang hingga Rp10.000 Triliun ke Presiden Terpilih 2024
Sementara itu, Gubernur Ganjar mengaku senang dengan dioperasikannya bangga Bandara Jenderal Besar Soedirman Purbalingga sebagai bandara komersil. Sebab, itu merupakan sejarah panjang yang telah puluhan tahun dimimpikan.
"Saya senang sekali, hari ini pesawat Citilink berhasil mendarat dari Surabaya. Membawa 34 penumpang dan ini pendaratan pertama komersial. Ini mimpi besar sejak puluhan tahun dan hari ini terlaksana. The dream come true," ujar Ganjar.
Ganjar berharap, dengan adanya bandara Jenderal Besar Soedirman di Purbalingga, tak hanya masyarakat yang terbantu karena akses perjalanan semakin mudah. Ganjar berharap, bandara baru itu bisa menjadi awal yang baik untuk peningkatan ekonomi di wilayah Jateng bagian tengah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- PP Tunas Berlaku, Ombudsman Tekankan Literasi & Perlindungan Anak
- Patroli China di Laut China Selatan Ancam Energi RI
- Wisatawan Lumajang Tersambar Petir, Satu Tewas di Pantai Bambang
- Gempa M 6,5 Guncang Maluku Barat Daya, Warga Berhamburan
- Iran Batasi Selat Hormuz, Ini Negara yang Diizinkan Melintas
Advertisement
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Rusia Stop Ekspor BBM, Harga Pertalite RI Terancam?
- 144 Penyakit Ditanggung BPJS, Ini Daftar Lengkapnya
- Patroli China di Laut China Selatan Ancam Energi RI
- Puncak Arus Balik, Penumpang YIA Tembus 17 Ribu
- Rumah Warga Pandes Bantul Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp80 Juta
- Haji 2026 Sleman Aman, 1.650 Jemaah Siap Berangkat
- Anggaran Bantul Dipangkas, Program Prioritas Jadi Fokus
Advertisement
Advertisement








