Jelang Larangan Mudik, Polda Jateng Tambah Pos Penyekatan

Ilustrasi arus lalu lintas di jalan Solo-Klaten. - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
04 Mei 2021 22:27 WIB Imam Yuda Saputra News Share :

Harianjogja.com, SEMARANG – Menjelang diberlakukannya larangan mudik Lebaran 2021, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Tengah (Jateng) menambah pos penyekatan untuk menghalau pemudik.

Jika semula hanya ada 14 lokasi yang tersebar di wilayah perbatasan, kini pos penyekatan ditambah menjadi 14 titik.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jateng, Kombes Pol. Rudy Syafirudin, mengatakan 71 pos penyekatan ini termasuk yang ada atau tersebar di dalam kota. Dengan tambahan pos penyekatan ini, pihaknya pun berharap akan makin mempersulit akses kendaraan dari luar Jateng.

“Dengan adanya 71 pos penyekatan ini, kami akan memaksa setiap kendaraan pemudik yang masuk ke Jateng untuk putar balik ke daerah asalnya. Jika tidak mematuhi aturan, kami akan karantina sesuai instruksi Gubernur Jateng,” ujar Rudy, Selasa (4/5/2021).

Rudy menambahkan saat ini pihaknya juga telah melayankan protes ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim). Hal itu menyusul masih banyaknya bus dari Jatim yang masuk ke Jateng tanpa memenuhi aturan protokol kesehatan sesuai adendum SE Satgas Covid-19 No.13/2021.

Bus-bus itu banyak membawa penumpang yang masuk ke Jateng. Meski demikian, para penumpang tersebut tidak dilengkapi surat bebas Covid-19 atau surat keterangan negatif Covid-19 melalui tes rapid antigen.

 “Ini kan tidak benar. Kami di Jateng sudah diperketat, enggak tahunya daerah lain longgar. Makanya, kita protes. Sudah kita layangkan protes ke dinas terkait di Jatim terkait banyaknya bus yang masuk ke wilayah kita,” terang Rudy.

Rudy mengatakan banyaknya bus dari Jatim yang masuk ke wilayah Jateng pada masa pengetatan atau menjelang larangan mudik itu terlihat di sejumlah terminal yang ada di wilayah perbatasan, seperti Wonogiri.

“Kemarin di Terminal Wonogiri terlalu banyak bus yang masuk tanpa menggunakan protokol kesehatan. Mohon buat rekan-rekan di daerah lain, tolong bus kalau mau berangkat dari terminal di cek dulu, protokol kesehatannya. Jangan sampai kereta dan bandara kita perketat, terminal atau bus malah bebas,” kata Rudy.

Sumber : JIBI/Solopos