Advertisement
Alasan Lansia Jadi Prioritas Vaksinasi Covid-19
Vaksinasi warga lanjut usia (lansia) di Jakarta Utara. - Antara\\r\\n
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tirmizi mencatat angka kematian lansia atau orang berusia di atas 60 tahun akibat Covid-19 mencapai 50 persen.
Meski demikian, dari sisi jumlah kasus menduduki peringkat dua terendah dan jumlah lansia berdasarkan data pada 4 April lalu hanya sebesar 12 persen.
Advertisement
Selain itu, bila dibandingkan dengan angka kematian rata-rata nasional, kematian lansia 4 kali lebih tinggi. Di rumah sakit, kematian atau fatalitas usia di atas 60 tahun sekitar 2 kali lebih tinggi dibandingkan bukan lansia yakni 32 persen berbanding 14 persen (non-lansia).
"Ini menjadi prioritas kita dan terus kita ingatkan bahwa kalau bisa melindungi lansia diharapkan mampu menekan laju penularan, menekan angka kematian. Saat ini sudah banyak negara yang terjadi peningkatan COVID-19 yang menjadi pembelajaran untuk kita. Setiap kali ada cuti bersama, libur bersama, terjadi lonjakan kasus," ujar Nadia dilansir dari Antara, Sabtu (24/4/2021).
Nadia mengaku optimistis Indonesia bisa menyelesaikan vaksinasi COVID-19 hingga Desember 2021. Pada April ini, dia mengatakan stok vaksin memang terbatas dengan perkiraan 7-10 juta dosis dari Biofarma. Tetapi pada Juni, vaksin dari AstraZeneca dijadwalkan tiba diikuti Novovac sehingga suplai vaksin diharapkan setidaknya bisa mencapai 30 juta dosis.
"Kita berharap di Mei-Juni, dengan suplai yang sudah direncanakan 50 juta dosis, setidaknya kalau bisa memiliki 30 juta dosis, kita akan coba tingkatkan dosis per hari. Nanti di Juni 750.000, Juli kita upayakan untuk bisa mencapai 1.000.0000 dosis per hari. Juli setidaknya empat jenis vaksin yakni Sinovac, Novovac, Pfizer dan AstraZeneca sudah akan mengirimkan sesuai jumlah yang kita sepakati," kata Nadia.
Optimisme cakupan vaksinasi bisa menyeluruh juga dibarengi rencana target vaksinasi. Pada Maret, Indonesia bisa melakukan 100.000-500.000 dosis per hari, kemudian sempat menurun pada pekan pertama Ramadhan pada angka 200.000 dan kembali meningkat menjadi 300.000 di minggu ini.
Selain vaksinasi, Nadia mengimbau orang-orang menunda berkumpul langsung dengan keluarga besar. Mereka bisa memanfaatkan pertemuan daring untuk memperpanjang tali silaturahmi terutama dengan orang tua.
"Jangan sampai ingin berkumpul, niat baik, melaksanakan tradisi tetapi kita tahu risiko muncul jauh lebih besar. Demi keselamatan semua orang kami mengimbau kita menunda mudik," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Listrik Kuba Kembali Padam Saat Tekanan Krisis Energi Meningkat
- Ledakan Petasan di Pamekasan Bongkar Produksi Berdaya Ledak Tinggi
- China Desak Penghentian Konflik Timur Tengah Saat Idulfitri
- Konflik Gas Iran-Qatar Picu Lonjakan Harga, Trump Berubah Arah
- Di Momen Lebaran Vladimir Putin Soroti Peran Muslim Rusia
Advertisement
Jadwal Lengkap KA Bandara Jogja-YIA Terbaru Senin 23 Maret 2026
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Ingin Balik setelah Lebaran di Jogja, Ini Jadwal KA Bandara YIA
- Jadwal KA Prameks Rute Kutoarjo-Jogja Minggu 22 Maret 2026
- Catat Lur, Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo, Minggu 22 Maret 2026
- Banyak Lakukan Kesalahan, Leo/Bagas Gagal di Orleans Master
- KORKAP Sleman Disiapkan Jadi Sistem Pengembangan Atlet
- Ular Masuk Sanggar Didik Nini Thowok, Petugas Damkar Langsung Meluncur
- Begini Cara Mendapatkan Diskon Tarif Tol 30 Persen Saat Arus Balik
Advertisement
Advertisement







