Wali Kota Magelang Ingin Selesaikan Persoalan Aset Akademi TNI

Wali Kota Magelang dr Muchamad Nur Aziz menerima tamu rombongan Wakil Komandan Jenderal (Wadanjen) Akademi TNI Marsda TNI Sri Pulung D di ruang sidang lantai 2 kantor Wali Kota Magelang, Kamis (22/4/2021). - Ist/dok Prokompim Pemkot Magelang
24 April 2021 04:17 WIB Nina Atmasari News Share :

Harianjogja.com, MAGELANG -Polemik aset kantor Wali Kota Magelang menjadi salah satu fokus persoalan yang ingin diselesaikan oleh Wali Kota Magelang dr Muchamad Nur Aziz.

Wali Kota yang baru dilantik dua bulan lalu itu berkomitmen akan menyelesaikan persoalan aset kantor Wali Kota Magelang bersama Akademi TNI. Ia tidak ingin persoalan ini menjadi polemik pada kepimpinan Kota Magelang berikutnya.

"Saya ingin ini selesai, agar tidak jadi beban pemimpin setelah saya. Saya juga tidak ingin persoalan ini berlarut-larut," kata Dokter Aziz, panggilan dr. Aziz, saat menerima tamu rombongan Wakil Komandan Jenderal (Wadanjen) Akademi TNI Marsda TNI Sri Pulung D di ruang sidang lantai 2 kantor Wali Kota Magelang, Kamis (22/4/2021).

Baca juga: Desa Ini Siapkan Rumah Hantu Bagi yang Nekat Mudik Lebaran

Ia menyatakan sudah membahas persoalan ini meskipun belum intens sejak dirinya dilantik menjadi Wali Kota pada Februari 2021 lalu. Namun pandemi Covid-19 yang belum juga usai berdampak pada konsentrasi dan prioritas program-programnya,

"Bukan menyalahkan Covid-19, tapi Covid-19 membuat kita berpikir ulang bahwa manusia harus pasrah pada Allah," katanya.

Dokter Aziz juga tidak menyalahkan pemimpin-pemimpin sebelumnya yang telah menyepakati pemakaian aset milik Akabri ini untuk dipakai pemerintahan Kota Magelang. Semua ada dasar yang benar meski belum terselesaikan oleh para pendahulu.

Lebih lanjut, ia menegaskan Pemerintah Kota Magelang akan kembali ke "titik nol" menyelesaikan permasalahan ini.

Baca juga: Belanja Online Diperkirakan Meningkat karena Masyarakat Dilarang Mudik

"Kami juga akan kembali ke "titik nol". Ini serius, kita akan selesaikan, mudah-mudahan ke depan lebih baik. Termasuk apa keputusan pada Mei nanti, saya akan beri alternatif," tuturnya.

Adapun Wakil Komandan Jenderal TNI Marsda TNI Sri Pulung D menyampaikan, pada bulan Agustus 2021, pendidikan dasar keprajuritan taruna Akademi TNI dan Polri akan dimulai di Magelang, dan program ini berlangsung setiap tahun. Sedikitnya 1.000 orang prajurit mengikuti pendidikan ini.

Menurutnya, kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh TNI di suatu daerah akan berdampak pada perputaran ekonomi yang tinggi di daerah tersebut. Seperti ketika pihaknya menggelar latihan bersama dengan militer Singapura di Madiun selama sebulan. Saat itu, PAD Madiun mengalami kenaikan.

"Maka kami harapkan kerjasamanya, sehingga pemda mendapatkan manfaat yang besar dari kerjasama itu, sehingga Indonesia bisa terbangun dengan baik dan sejahtera," katanya.

Sri Pulung kembali menyampaikan, persoalan aset ini diharapkan segera menemui titik temu pada masa pemerintahan Wali Kota dr. Muchamad Nur Aziz. (*)