Ratusan Pemuda Kota Magelang Dibekali Jadi Penggerak Potensi Daerah
Sebanyak 197 pemuda dari 17 kelurahan di Kota Magelang dibekali menjadi Local Champion untuk mengembangkan wisata, budaya, dan ekonomi kreatif.
Wali Kota Magelang dr. Muchamad Nur Aziz. /Ist-dok Prokompim Pemkot Magelang
Harianjogja.com, MAGELANG - Wali Kota Magelang, dr. Muchamad Nur Aziz terbuka terhadap saran dan kritik dari warga di Kota Magelang. Ia membuka selebar-lebarnya kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan aduan kepadanya secara langsung. Selain bisa datang ke kantor atau rumah dinasnya, ia juga menerima aduan melalui saluran \'Hallo Dok\'.
Saluran ini menggunakan nomor telepon 0812-1115-0505, yang bisa diakses melalui pesan WhatsApp, dan media sosial Instagram @dokter_aziz_.
"Silakan manfaatkan \'Hallo Dok\', ada permasalahan apa atau punya saran dan kritik apa yang membangun, sampaikan saja ke kanal itu," kata dokter Aziz, sapaan dr. Muchamad Nur Aziz, Senin (19/4/2021).
Baca juga: Lebih Panjang dari Aturan Nasional, Pemkot Solo Larang Mudik Lebaran 1-17 Mei
Ia mengatakan \'Hallo Dok\' merupakan salah satu caranya untuk lebih dekat dengan masyarakat. Dari saluran ini diharapkan tidak ada sekat antara dirinya sebagai kepala daerah dengan masyarakat. Komunikasi yang baik antar keduanya menjadi faktor penting agar roda pemerintahan berjalan semestinya dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat.
Ia meminta masyarakat tidak sungkan dengannya, sehingga keinginannya "nyawiji" dengan rakyat dapat terwujud. Ia juga tidak akan membeda-bedakan golongan masyarakat, dan berkomitmen untuk bersama-sama membangun Kota Magelang sehingga dapat terwujud visi "Kota Magelang Maju, Sehat, dan Bahagia".
"Saya bekerja tidak bisa sendirian, ada Pak Wakil, Pak Sekda, OPD, Forpimda, termasuk masyarakat. Kita harus bersama-sama membangun kota ini, sehingga kesejahteraan dapat terwujud," jelasnya.
Salah satu warga Badaan, Kelurahan Potrobangsan, Solichin, 71, mengaku terbantu dengan kanal \'Hallo Dok\' yang digagas oleh Wali Kota Magelang dokter Aziz. Ia bisa berkomunikasi langsung dengan orang nomor satu di Kota Magelang itu untuk meminta bantuan ketika ia dan istrinya dirawat di RSUD Tidar karena terpapar Covid-19.
Baca juga: Kemenkes Salurkan Rp246,8 Miliar Insentif Untuk Nakes, Ini Rincian per Penerima
"Bersyukur dan bangga Magelang memiliki Wali Kota yang sangat perhatian dan responsif terhadap warganya," tutur Solichin.
Solichin bercerita, ketika di rumah sakit ia tidak bisa satu ruangan dengan sang istri. Anak bungsunya lantas menghubungi dokter Aziz meminta bantuan agar dirinya dan istri bisa satu ruangan untuk memudahkan perawatan. Tidak berselang lama, dokter Aziz langsung meresponsnya hingga akhirnya ia bisa dirawat bersebelahan dengan istri.
"Bahkan Pak Wali Kota, karena beliau seorang dokter penyakit dalam, sangat memahami kondisi saya dan ibu," ucapnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 197 pemuda dari 17 kelurahan di Kota Magelang dibekali menjadi Local Champion untuk mengembangkan wisata, budaya, dan ekonomi kreatif.
Seraf Naro Siregar meraih perunggu dan memastikan medali pertama Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dari nomor changquan putra.
DPRD Kota Jogja mendorong kalender event berbasis budaya untuk mengisi low season dan memperpanjang masa tinggal wisatawan.
Harga minyak dunia tembus US$100, Indonesia menahan BBM subsidi. Malaysia dan Jepang serupa, Thailand serta Pakistan menaikkan harga.
Keterbatasan anggaran membuat perpustakaan keliling DIY kini memprioritaskan masyarakat dan sekolah yang mengajukan permohonan layanan.
Sekitar 18 apartemen swasta ada di Sleman, tetapi mayoritas unit tak dihuni pemilik dan dimanfaatkan sebagai instrumen investasi.