Advertisement

Ini Strategi Menag Yaqut Atasi Antrean Panjang Haji di Indonesia

Fitri Sartina Dewi
Minggu, 04 April 2021 - 11:27 WIB
Sunartono
Ini Strategi Menag Yaqut Atasi Antrean Panjang Haji di Indonesia Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas / Dok. Setpres RI

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyoroti panjangnya antrean keberangkatan jemaah haji di Indonesia, bahkan ada yang mencapai hingga puluhan tahun.

Menag mengatakan antrean keberangkatan jemaah haji Indonesia sangat panjang. Bahkan, di daerah Sulawesi Selatan ada yang mencapai 44 tahun.

Advertisement

Menurut Menag, salah satu penyebab antrean haji demikian panjang adalah praktik dana talangan. Orang yang belum memiliki biaya cukup, bisa mendapatkan nomor porsi untuk mendaftar haji karena ada pihak yang memberikan dana talangan.

"Sehingga orang berlomba-lomba dan kita tahu sekarang antreannya sudah sedemikian panjang" kata Menag seperti dikutip dari keterangan pada situs resmi Kemenag, Sabtu (3/4/2021).

Lebih lanjut, dia menyatakan bahwa Kementerian Agama akan berupaya mencari solusi untuk mengatasi panjangnya antrean keberangkatan haji.

"Salah satunya yang kita ambil adalah bagaimana mengambil kebijakan tidak akan ada lagi dana talangan," ujarnya.

Selain itu, Menag juga berharap tahun ini pelaksanaan haji bisa terwujud, meski sampai saat ini belum ada keputusan resmi dari Saudi.

Dia menyatakan Kemenag terus melakukan sejumlah persiapan, dengan merumuskan sejumlah skenario, termasuk vaksinasi jemaah haji.

Sebelumnya, Kakanwil Kemenag Prov. Sulsel Khaeroni melaporkan bahwa selama pandemi, jajarannya aktif menggencarkan kampanye dan sosialisasi penanggulangan Covid-19.

Kanwil juga secara intens melakukan pembinaan dan manasik haji kepada calon jemaah melalui Program Manasik Sepanjang Tahun.

"Sulsel saat ini dalam hal waiting list (daftar tunggu) masih menempati urutan pertama di Indonesia, yakni rata-rata 31 tahun. Kabupaten Bantaeng menjadi Kabupaten yang memiliki daftar tunggu terlama, yakni 44 tahun," jelas Khaeroni.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Kambing dan Domba Jadi Andalan, UGM Genjot Ilmu Ratusan Peternak DIY

Kambing dan Domba Jadi Andalan, UGM Genjot Ilmu Ratusan Peternak DIY

Sleman
| Sabtu, 04 April 2026, 15:37 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement