Gus Kikin Pimpin PBNU 2026-2031, Ini Harapan Puan Maharani
Puan Maharani mengucapkan selamat atas terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketum PBNU 2026-2031 dan berharap NU semakin baik.
Ilustrasi kondisi luweng./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, WONOGIRI – Sukarelawan yang melakukan pencarian luweng di Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri mengaku sering kali mengalami kejadian unik, aneh dan berbau mistis. Mulai dari mendengar suara aneh hingga pernah mengalami flu bersama.
Hingga kini, pencarian beberapa luweng di Pracimantoro, Wonogiri untuk mengatasi banjir masih berlangsung. Pencarian itu melibatkan sukarelawan dari Desa Sumberagung, Pracimantoro. Adapun sukarelawan yang mengikuti pencarian terdiri dari 10 tim inti, selebihnya sukarelawan yang terlibat bergantian.
BACA JUGA : Mulai Hujan, Warga Gunungkidul Diminta Bersihkan Luweng
Berdasarkan data yang dihimpun JIBI/Solopos, hingga kini sukarelawan itu sudah mencari luweng di lima lokasi atau dusun. Pertama, dilakukan di Dusun Dompol, Desa Petirsari. Di lokasi itu pencarian dilakukan selama lima hari dengan kedalaman tujuh meter, namun luweng tidak ditemukan.
Kedua, dilakukan di Dusun Joho Kidul, Desa Joho. Di lokasi itu, luweng berhasil ditemukan selama 11 hari dengan kedalaman 6,5 meter. Ketiga, di Dusun Karang Kulon, Desa Sumberagung. Di lokasi itu luweng tidak ditemukan meski sudah dikeruk hingga lima meter.
Keempat, di Dusun Pakem, Desa Sumberagung. Di lokasi itu luweng ditemukan di kedalaman tujuh meter. Kelima, di Dusun Ngaluran, Desa Sumberagung. Hingga kini pencarian masih terus dilakukan.
Hal Mistis
Salah satu sukarelawan yang ikut mencari mulut luweng, Saryono, mengatakan waktu pencarian luweng tidak dapat dipastikan. Jika siang turun hujan, biasa pada malam hari lembur melakukan pencarian. Karena ada genangan air yang masuk ke dalam lubang yang dikeruk. Sehingga harus disedot.
BACA JUGA : Bangun JJLS, Malah Menemukan Luweng
Atas waktu yang tidak menentu itu, kata dia, para sukarelawan mempunyai base camp di setiap lokasi pencarian untuk beristirahat. Mereka tidur, memasak dan bersih-bersih di tempat itu. Biasanya, base camp yang digunakan itu rumah kosong.
"Jadi wajar kalau sering ditakut-takuti atau ada pengalaman yang aneh. Kalau ditakuti itu biasanya berupa suara orang tak dikenal, kalau wujud itu tidak ada. Saya dan teman-teman sudah biasa dengan seperti itu. Jadi ya dibiarkan. Kalau saat pencarian tidak pernah ditakut-takuti," kata dia belum lama ini saat dihubungi JIBI/Solopos.
Selain itu, kata Saryono, ada peristiwa aneh yang ia alami bersama sukarelawan lainnya. Saat itu tengah melakukan pencarian luweng di Dusun Karang Kulon, Desa Sumberagung. Setelah lima hari pencarian, batu yang dikeruk itu longsor, namun tidak parah. Kemudian sukarelawan memutuskan untuk pindah tempat pencarian.
BACA JUGA : Antisipasi Banjir, 2 Luweng di Purwosari Diperbaiki
"Pada hari itu semua personil langsung merasa flu atau gembreges badannya. Namu keesokan harinya, setelah mulai pencarian luweng di Dusun Pakem, Desa Sumberagung, semua personil sehat kembali. Lha saat itu kami berpikir-pikir, dimungkinkan semua personil flu karena menggali di Dusun Karang Kulon itu," kata warga Dusun Digal, Desa Sumberagung, Pracimantoro itu.
Saryono mengatakan, prinsip yang ia jalankan bersama sukarelawan lainnya yakni tidak merepotkan warga sekitar. "Kami juga memasak sendiri. Logistik dibantu oleh Pak Irwan Hari Purnomo, anggota DPRD Wonogiri dan Pak Camat Warsito serta para Kepala Desa yang daerahnya dijadikan lokasi pencarian luweng," kata Saryono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Puan Maharani mengucapkan selamat atas terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketum PBNU 2026-2031 dan berharap NU semakin baik.
Delapan WNI disebut menjadi tentara Rusia. BIN dan Kemlu RI menelusuri dugaan perekrutan serta memverifikasi informasi tersebut.
DPRD DIY menyebut ada BTT sekitar Rp15 miliar untuk mengantisipasi kekeringan 2026 jika kebutuhan penanganan meningkat.
Kejati Jateng mengusut dugaan korupsi Smart Classroom di 13 daerah. Harga TV pintar diduga digelembungkan hingga enam kali lipat.
Desil Timbul, tukang becak Kulonprogo, masih tercatat 9 menurut lurah. Sebelumnya BPS menyebut desilnya telah turun menjadi 3.
Pembangunan tahap pertama Taman Budaya Bantul di Sendangsari mencapai 70 persen. Proyek ini menggunakan Dana Keistimewaan DIY Rp19,8 miliar.