Dugaan Riset AI Palsu Akademisi Gegerkan Publik, Demi Travel Grant
MGBKI meminta audit menyeluruh terkait dugaan riset AI palsu demi travel grant konferensi internasional.
Annisa Pohan. /Instagram
Harianjogja.com, JAKARTA - Kongres luar biasa (KLB) Partai Demokrat menjadi prahara politik Tanah Air. Annisa Pohan, istri Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), berkomentar keras terkait adanya KLB tersebut. Lewat akun Twitter @AnnisaPohan, mantan model ini menyampaikan pandangannya mengenai KLB Partai Demokrat.
Bagi Annisa Pohan, KLB tidak hanya bentuk perampokan terhadap Partai Demokrat namun lebih dari itu. Yaitu "pemerkosaan" demokrasi suatu negara.
"ini bukan hanya permasalahan sebuah partai dirampok tapi masalah lbh besar lagi “Pemerkosaan” Demokrasi suatu negara," cuit Annisa Pohan.
Baca juga: KLB Partai Demokrat: Moeldoko Terpilih Ketua setelah Marzuki Alie Mengundurkan Diri
Menurut Annisa Pohan, Partai Demokrat tidak terbelah dua dengan adanya KLB. Ini karena kata dia, seluruh kader Demokrat solid di bawah satu komando. Sementara para peserta KLB, ujar Annisa, bukanlah anggota sah.
Menurut Annisa Pohan, peserta yang hadir di KLB adalah orang-orang yang berpura-pura mewakili DPC atau DPD. Kata Annisa, orang-orang yang hadir di KLB mengatasnamakan DPC atau DPD melanggar hukum karena memalsukan jabatan. Annisa Pohan pun menyebutnya dengan kongres bodong.
Baca juga: AHY Tegaskan KLB Partai Demokrat Deli Serdang Bodong!
"kok terbelah dua? wong yang datang ke kongres semua sudah bukan anggota sah. Seluruh kader solid di satu komando. boleh di cek itu siapa aja yang hadir di #kongresbodong semua berpura-pura menjadi dpc atau dpd. melanggar hukum itu pura2 punya jabatan dan suara padahal palsu," cuit Annisa Pohan.
Diketahui KLB Partai Demokrat digelar di The Hill Hotel and Resort Sibolangit, Deliserdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021). Pada KLB itu terpilih Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Kubu AHY menyatakan KLB yang dilaksanakan ilegal karena digelar oleh kader yang telah dipecat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
MGBKI meminta audit menyeluruh terkait dugaan riset AI palsu demi travel grant konferensi internasional.
Empat WNA China jadi tersangka PETI di hutan Nabire setelah operasi Satgas PKH Halilintar temukan tambang emas ilegal.
DPP Gunungkidul memastikan temuan cacing hati pada hewan kurban Iduladha 2026 sangat minim dan daging memenuhi standar ASUH.
Donald Trump mengancam Oman terkait Selat Hormuz. CNN menyebut 15 negara pernah jadi target ancaman atau serangan AS.
Kerbau kurban di Kudus mengamuk hingga melukai warga. Polisi terpaksa melumpuhkan dua ekor demi keselamatan masyarakat.
MGPA dan Bea Cukai Soekarno-Hatta perkuat koordinasi logistik MotoGP Mandalika untuk dukung kelancaran event internasional di NTB.