Golden Disc Awards ke-40 Digelar di Taiwan, Ini Para Pemenang Utama
Golden Disc Awards ke-40 hadirkan tiga Daesang untuk pertama kalinya.
Lambang WHO di pintu utama kantor pusatnya di Jenewa, Swiss/ Bloomberg-Stefan Wermuth
Harianjogja.com, JAKARTA - Direktur Regional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Eropa, Hans Kluge, meyakini pandemi Covid-19 akan berakhir pada awal 2022.
Dia menyatakan skenario terburuk sekarang telah berakhir, dan ada lebih banyak informasi mengenai virus tersebut dibandingkan tahun 2020, ketika pertama kali mulai menyebar.
“Akan terus ada virus, tapi menurut saya pembatasan tidak diperlukan. Ini pesan yang optimis," ujarnya dlansir dari Anadolu Agency.
Kluge mengatakan mutasi adalah normal dan virus mencoba untuk beradaptasi dengan orang yang terinfeksi, tetapi penyebaran mutasi yang cepat menjadi perhatian mereka.
Dia juga menambahkan WHO sedang memantau dengan cermat keefektifan vaksin yang dikembangkan untuk melawan Covid-19 karena dengan jenis virus yang cepat menyebar, vaksin dapat diubah berdasarkan mutasi baru jika perlu.
Dia mengatakan mutasi tidak akan membuat virus di luar kendali tetapi mencatat bahwa negara-negara yang sistem perawatan kesehatannya di bawah tekanan bisa mendapatkan tekanan yang lebih besar, sehingga perlu untuk menanggapi mutasi dengan sangat serius.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Golden Disc Awards ke-40 hadirkan tiga Daesang untuk pertama kalinya.
Jadwal Prameks Jogja–Kutoarjo Jumat 19 Juni 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Cek jam keberangkatan dan tips agar tidak kehabisan tiket.
Jadwal SIM keliling Polda Jogja Jumat 19 Juni 2026 lengkap lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Prakiraan cuaca Jogja hari ini 19 Juni 2026 cerah di semua wilayah, suhu hingga 32°C, lengkap data BMKG terbaru.
Turki vs Paraguay di Piala Dunia 2026 jadi laga hidup mati Grup D yang menentukan nasib kedua tim di fase grup.
Perempuan masih mendominasi pemohon AK-1 di Sleman seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kerja industri garmen.