13 Kali Bulan Purnama Warnai 2026, Ada Blue Moon dan Gerhana
Tahun 2026 dihiasi 13 kali bulan purnama, termasuk Blue Moon, supermoon, dan dua gerhana bulan, salah satunya gerhana total terakhir sebelum 2028.
Lambang WHO di pintu utama kantor pusatnya di Jenewa, Swiss/ Bloomberg-Stefan Wermuth
Harianjogja.com, JAKARTA - Direktur Regional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Eropa, Hans Kluge, meyakini pandemi Covid-19 akan berakhir pada awal 2022.
Dia menyatakan skenario terburuk sekarang telah berakhir, dan ada lebih banyak informasi mengenai virus tersebut dibandingkan tahun 2020, ketika pertama kali mulai menyebar.
“Akan terus ada virus, tapi menurut saya pembatasan tidak diperlukan. Ini pesan yang optimis," ujarnya dlansir dari Anadolu Agency.
Kluge mengatakan mutasi adalah normal dan virus mencoba untuk beradaptasi dengan orang yang terinfeksi, tetapi penyebaran mutasi yang cepat menjadi perhatian mereka.
Dia juga menambahkan WHO sedang memantau dengan cermat keefektifan vaksin yang dikembangkan untuk melawan Covid-19 karena dengan jenis virus yang cepat menyebar, vaksin dapat diubah berdasarkan mutasi baru jika perlu.
Dia mengatakan mutasi tidak akan membuat virus di luar kendali tetapi mencatat bahwa negara-negara yang sistem perawatan kesehatannya di bawah tekanan bisa mendapatkan tekanan yang lebih besar, sehingga perlu untuk menanggapi mutasi dengan sangat serius.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Tahun 2026 dihiasi 13 kali bulan purnama, termasuk Blue Moon, supermoon, dan dua gerhana bulan, salah satunya gerhana total terakhir sebelum 2028.
Tesla resmi menaikkan harga Model Y di AS setelah dua tahun. Simak daftar harga terbaru dan persaingan ketat di pasar mobil listrik.
Perbukitan Menoreh Kulonprogo disiapkan jadi pusat wellness tourism. Sungai Mudal siap, namun akses jalan masih jadi kendala utama.
James Cameron ungkap rencana Avatar 4 dan 5 dengan teknologi baru agar produksi lebih cepat dan biaya lebih efisien.
KKMP Jogja siapkan produksi 65 ribu batik sekolah, dorong UMKM dan perajin batik semakin berkembang.
Studi global ungkap penurunan oksigen di sungai akibat pemanasan iklim. Sungai tropis paling terdampak, ancam ekosistem air tawar.