Pendiri Partai: Demokrat Sudah Jadi Partai Keluarga SBY

Susilo Bambang Yudhoyono dan Ani Yudhoyono didampingi putra mereka Agus Harimurti Yudhoyono menikmati keindahan matahari terbit (sunrise) di Kaldera Bromo, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (5/5/2013). - Antara/Abror
23 Februari 2021 16:27 WIB MG Noviarizal Fernandez News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Para pendiri Partai Demokrat menganggap ada upaya dari segelintir orang untuk menjadikan Demokrat sebagai partai keluarga Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY.

Hal itu diungkapkan oleh dua pendiri partai yakni Ahmad Yahya dan Darmizal MS. Keduanya menyebut kondisi tersebut mulai terjadi saat Kongres 2013 lalu, ketika SBY dan putranya Edhie Baskoro Yudhoyono menjadi Ketua Umum dan Sekjen partai berlambang Mercy secara bersamaan.

“Pasca 2009, selanjutnya berubah menjadi babak baru, tepatnya setelah Anas Urbaningrum digantikan SBY menjadi Ketua Umun produk KLB di Bali 2013, dan putranya Edy Baskoro Yudoyono tetap menjadi sekjen. Maka mulai saat itulah masyarakat memberi stempel Partai Demokrat adalah partai keluarga,” ujar Ahmad Yahya kepada media, Selasa (23/2/2021).

Padahal menurut Ahmad Yahya, sejak awal didirikan Partai Demokrat memang didaulat menjadi partai terbuka. Dia menjelaskan, setelah Kongres Pertama Partai Demokrat di Bali 2005, banyak Kepala daerah yang bergabung dengan Partai Demokrat. Mulai dari Gubernur, Bupati dan Wali Kota, semua optimistis memimpin dan mengambil posisi menjadi Ketua DPD dan DPC.

"Karena sejatinya Partai Demokrat memang berkomitmen menjadi Partai modern dan terbuka. Akibat sinergisitas itulah, mulai dari kepemimpinan nasional Pak SBY dan bergabungnya putra-putri terbaik di masing-masing daerah, maka Partai Demokrat menjadi besar dan partai pemenang di Pemilu 2009," katanya.

Dia menilai tren image partai keluarga itu terus berlanjut hingga saat ini setelah Agus HY putra SBY terpilih menjadi ketua umum.

Sementara itu, HM Darmizal MS menyoroti dampak dari perubahan Partai Demokrat menjadi partai keluarga SBY. Menurutnya, imbas hal tersebut, tren perolehan suara Partai Demokrat dalam pemilu selalu menurun.

Termasuk diantaranya saat AHY diujicoba dalam Pilkada DKI dan Pemilu 2019, dimana suara Partai Demokrat terus turun hingga hanya sebesar 7 persen.

“Lagi-lagi partai yang dikelola dengan manajemen keluarga tidak dapat membuktikan membesarkan dan memenangkan Partai Demokrat," kata Darmizal.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia