Harga Rumah untuk MBR Tidak Dinaikkan, Pengembang Mengaku Terganggu

Perumahan bersubsidi - Kementerian PUPR
03 Februari 2021 08:17 WIB Yanita Petriella News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan harga rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) mengganggu pengembang sehingga pembangunannya untuk tahun ini terkendala.

Ketua Umum DPP Aliansi Pengembang Perumahan Nasional (Apernas) Jaya Andre Bangsawan memproyeksikan pembangunan rumah untuk MBR tahun ini tak akan lebih dari realisasi tahun lalu yang sekitar 170.000 unit.

"Harga rumah MBR yang tidak naik membuat developer MBR terganggu. Tahun ini kami perkirakan pembangunan rumah MBR sama seperti tahun lalu yang 170.000 unit," ujarnya kepada Bisnis pada Selasa (2/2/2021).

Menurutnya, peminat rumah MBR ini masih besar karena kebutuhan rumah MBR setiap tahunnya bertambah. "Contohnya saja Arsol Group yang membangun rumah MBR di Gorontalo mengalami peningkatan 30 persen," ucapnya.

Andre berharap agar pemerintah menaikkan harga rumah subsidi. Hal ini seiring dengan meningkatnya harga sebagian bahan bangunan. Selain itu, upah pekerja bagunan meningkat.

"Dampaknya ke pengembang tentunya ada artinya dikhawatirkan pengembang harga bahan atu material ikut melambung tidak diikuti dengan kenaikan harga rumah dan tentu akan berpengaruh kepada pendapatan pengembang," tuturnya.

Sumber : Bisnis.com