Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II Serap 97.000 Tenaga Kerja
Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di 100 lokasi dan 32 provinsi menyerap 97.000 tenaga kerja lokal dengan daya tampung 122.000 siswa.
Foto Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, MAGELANG- Seorang mahasiswa magang di RSJ Pof dr Soerojo, Kota Magelang tega membunuh bayinya di kamar mandi Asrama Putri Larasati, Kompleks rumah sakit tersebut.
Mahasiswa berinisial RH, 25, tersebut malu karena melahirkan bayi tanpa ikatan pernikahan. RH melahirkan saat menjalani magang perawat di RSJ Prof dr Soerojo. Untuk menutupi kelahiran bayi, RH mengaku menderita penyakit kista.
“Diduga pelaku mencekik korban (bayi) hingga mati lemas. Mulut bayi disumbat dengan kapur barus. Itu yang diperoleh dari olah TKP,” kata Plt Kapolres Magelang Kota, AKBP R Fidelis Purna Timoranto, saat gelar perkara Selasa (19/1/2021).
Baca juga: Langgar PTKM, Ratusan Pengunjung Ritual Parangkusumo Dibubarkan
Fidelis menjelaskan, pada 11 Januari 2021 sekitar pukul 12.30 WIB, Kepala Sub Bagian Umum RSJ Soerojo menerima laporan adanya mahasiwa magang yang mengalami pendarahan.
Di kamar RH ditemukan bayi yang diduga baru dilahirkan dalam keadaan meninggal. Pihak rumah sakit kemudian melaporkan kasus ini ke Polsek Magelang Utara.
“Tersangka melahirkan bayi perempuan di Asrama Putri RSJ Soerojo. Mendapat informasi bahwa terlapor saat di asrama ditemukan bayi yang sudah tidak bernyawa,” ujar Fidelis.
Berdasarkan pemeriksaan polisi, tersangka RH merasakan mulas sekitar pukul 09.00 WIB. Saat duduk di kloset, tak lama bayi keluar dan jatuh ke lantai kamar mandi.
Baca juga: Puluhan Sekolah di Sulbar Rusak Akibat Gempa, Ini Langkah Penanganan Kemendikbud
Bayi sempat menangis namun langsung disumbat menggunakan kapur barus toilet. RH kemudian mencekik bayi hingga tewas dan disembunyikan dalam koper.
Tersangka berencana mengubur bayi di pekarangan asrama. Namun karena sudah lemas karena mengalami pendarahan, RH menghubungi temannya RS untuk kemudian diantar ke UGD RSJ Soerojo.
Kepada perawat di UGD, RH mengaku menderita kista. Setelah diperiksa, perawat menemukan pendarahan bukan karena kista tapi akibat melahirkan.
“Melahirkan sendiri di kamar mandi. Dia sedang magang di rumah sakit, mahasiswi dari Indramayu. Magang baru sekitar 2 minggu. Melahirkan normal,” ujar Plt Kapolres Magelang Kota, AKBP R Fidelis Purna Timoranto.
Pada mayat bayi ditemukan memar dan luka lecet pada kepala, pipi, dan leher. Sebab kematian diduga karena dicekik hingga mati lemas.
Polisi menyita barang bukti bad cover warna putih motif bunga dan sprei warna hijau toska motif polkadot yang terdapat bercak darah. Satu koper dan kapur barus seukuran bola bekel juga turut disertakan sebagai barang bukti.
“Ancaman hukuman berdasarkan Pasal 80 ayat (3), ayat (4) UU Nomor 35 tahun 2014 dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun dan atau denda paling banyak Rp3 miliar.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di 100 lokasi dan 32 provinsi menyerap 97.000 tenaga kerja lokal dengan daya tampung 122.000 siswa.
Cek jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Selasa, 27 Oktober 2026. Tersedia enam jadwal pergi dan pulang dengan tarif Rp12.000.
Prakiraan cuaca DIY Selasa, 27 Oktober 2026, mencakup hujan ringan hingga potensi hujan petir. Simak suhu dan kelembapan tiap wilayah.
Cek jadwal KSPN dari Malioboro ke Obelix Sea View dan Pantai Drini, tarif mulai Rp12.000. Perhatikan perbedaan tanggal jadwal Pantai Drini.
Cek jadwal DAMRI dari Bandara YIA ke Jogja dan Sleman, Selasa 27 Oktober 2026. Simak jam keberangkatan dan tarif normal Rp80.000.
Cek jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa, 27 Oktober 2026. Tersedia 10 perjalanan dari Stasiun Tugu dan Kutoarjo.