Data Sementara Dampak Gempa Sulbar: 3 Meninggal, 2.000 Mengungsi

Warga memeriksa bangunan rusak akibat gempa di Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (15/1/2021) pagi. - Istimewa/AP/Rudy Akdyaksyah
15 Januari 2021 11:37 WIB Zufrizal News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Sejumlah dampak yang timbul Kibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 di Provinsi Sulawesi Barat mulai teridentifikasi. BPBD kabupaten terus melaporkan perkembangan terkini dampak gempa yang terjadi Jumat (15/1/2021), pukul 01.28 WIB.

Siaran pers BNPB seperti dikutip dari lamannya menyebutkan bahwa Data per Jumat (15/1/2021), pukul 06.00 WIB, BPBD Mamuju melaporkan korban meninggal dunia 3 orang dan luka-luka 24.

Sebanyak 2.000 warga mengungsi ke tempat yang lebih aman, sedangkan kerugian material berupa kerusakan, antara lain Hotel Maleo dan Kantor Gubernur Sulbar mengalami rusak berat. Jaringan listrik masih padam pascagempa.

Sementara itu, BPBD Majene menginformasikan longsor 3 titik sepanjang jalan poros Majene—Mamuju (akses jalan terputus), sebanyak 62 unit rumah rusak (data sementara), 1 unit puskesmas (rusak berat) dan 1 kantor Danramil Malunda (rusak berat).

BPBD setempat telah melakukan penanganan darurat, seperti penanganan korban luka, evakuasi, pendataan dan pendirian pos pengungsian. Kebutuhan mendesak saat ini berupa sembako, selimut dan tikar, tenda keluarga, pelayanan medis dan terpal.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majene menginformasikan warganya merasakan gempa kuat selama 5 hingga 7 detik.

Gempa yang berpusat 6 km timur laut Majene, Sulawesi Barat membuat para warga panik. Kepanikan membuat mereka keluar rumah. Laporan yang diterima Pusat Pengendali Operasi BNPB pada dini hari tadi menyebutkan masyarakat masih berada di luar rumah mengantisipasi gempa susulan.

Sumber : Bisnis.com