Jadi Menteri Jokowi, Tri Rismaharini Ubah Penyaluran Dana Bansos secara Tunai

Ilustrasi bantuan
23 Desember 2020 21:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Kebijakan baru mengenai mekanisme penyaluran bansos bakal ditempuh pemerintah.

Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini atau Risma membuat kebijakan baru dengan cara menghapuskan bantuan sosial (bansos) berbentuk tunai.

Menurut mantan Wali Kota Surabaya itu, semua bansos akan disalurkan lewat elektronik. Teknisnya, setiap penerima bansos akan mempunyai tabungan dan bansos dikirim ke rekening masing-masing penerima.

BACA JUGA: 49 Lurah Terpilih di Sleman Dilantik 26 Desember

"Tidak akan lagi cash atau tunai dalam bentuk apa pun, tapi kami akan menggunakan semua transaksi secara elektronik," kata Risma

"Dan juga masukan-masukan dari daerah kami akan gunakan elektronik yang cepat sehingga perbaikan-perbaikan data bisa segara kami lakukan. Dengan demikian efektifitas akan tercapai," lanjut Risma.

Risma mengatakan, salah satu perintah Jokowi yang paling prioritas mesti dikerjakan adalah terkait bantuan pandemi Covid-19 untuk masyarakat. Ia harus mengerjakan terkait realisasi bantuan yang harus ke luar pada minggu awal Januari 2021.

"Karena ini juga berkaitan dengan pergerakan ekonomi nasional, karena itu kami harus bekerja keras. Sehingga minggu pertama bulan Januari yang untuk 2021 bisa segera tersampaikan kepada penerima bantuan," kata Risma dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (23/12/2020).

Kemudian untuk tugas kedua adalah soal pemberdayaan. Di mana pihaknya juga harus memperhatikan implikasi dari masyarakat yang menerima bantuan.

Karena tidak bisa bekerja sendirian, nantinya Risma bakal menggandeng pimpinan daerah hingga perguruan tinggi untuk mengetahui persis kendala yang dialami masyarakat selama masih terdampak pandemi Covid-19.

Selain itu, Risma juga ditugaskan untuk mengantisipasi dampak cuaca terhadap hasil produk pertanian.

Ia harus memastikan betul adanya keseimbangan ketersediaan pangan di segala macam cuaca.

Lanjut, Risma juga diberikan perintah untuk mengurusi perbaikan data penerima bantuan. Pihaknya akan bekerjasama dengan Kemendagri untuk terus memperbarui datanya.

"Karena memang ya pasti akan ada selisih, karena hari ini diupadate maka hari ini pula ada yang meninggal dan pindah dan sebagainya. Nah itu yang harus kita terus tangani day to day," ujarnya.

Sumber : Suara.com