Polri Tegaskan JI Masih Bertahan meski Sudah Dibubarkan

Polisi berjaga di Jalan Kaliurang Km.9 saat digelar rekonstruksi penangkapan terduga teroris, Kamis (22/22/2018) - harian Jogja
01 Desember 2020 09:07 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kelompok Jamaah Islamiyah (JI) telah ditetapkan sebagai organisasi terlarang oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 2008. Namun Polri menegaskan bahwa kelompok itu saat ini masih bertahan dan memiliki kekuatan secara militer.

"JI masih terus berkembang. JI sampai saat ini masih tetap hidup dan memiliki kekuatan secara militer," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (30/11).

Keyakinan Polri itu didasarkan pada penangkapan Densus 88 Antiteror terhadap 24 anggota JI di berbagai wilayah di Indonesia selama Oktober - November 2020, katanya.

Di antara mereka yang ditangkap tersebut, terdapat beberapa pimpinan JI yang berperan mengendalikan organisasi dan mendanai kegiatan JI, katanya.

Baca juga: Memprihatinkan, 299 Anak di Bantul Jadi Korban Kekerasan

Menurut Awi, JI merupakan dalang dari sejumlah tindak pidana terorisme di Indonesia seperti Bom Bali I dan II, bom di Hotel JW Marriott, dan bom malam Natal tahun 2000. "Rangkaian tindak pidana terorisme itu mengakibatkan 2.000 orang menjadi korban, baik korban meninggal dunia, cacat maupun luka-luka," tuturnya.

Densus 88 Antiteror Polri menangkap teroris Taufik Bulaga (TB) alias Upik Lawanga di Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, pada 23 November 2020. Tak hanya menangkap Upik, Densus juga meringkus tujuh orang rekan Upik lainnya di Lampung pada 23 November dan 25 November 2020.

Upik Lawanga diduga sebagai orang yang merakit bom di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz-Carlton. Selain itu, warga Poso, Sulawesi Tengah, ini juga diduga terlibat kasus bom Solo dan bom Cirebon.

Sumber : Antara