Advertisement
Guru Besar UI: Disiplin 3M Bisa Kurangi Beban APBN
Ingat pesan ibu, cuci tangan dengan sabun. - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA--Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Hasbullah Thabrany menilai kedisiplinan masyarakat menerapkan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak aman) dapat mengurangi beban APBN.
"COVID-19 menimbulkan beban dan merugikan negara. Hingga kini, perawatan pasien COVID-19 masih menjadi tanggungan negara yang menggunakan dana APBN untuk penanganannya," ujar Hasbullah dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (19/11/2020).
Advertisement
Menurut dia, apabila masyarakat disiplin melakukan gerakan 3M, kerugian negara bisa ditekan, dan dampak lainnya kasus COVID-19 pun juga menurun.
BACA JUGA: Ribuan Kera Ekor Panjang Serang Lahan Pertanian di Bantul
Dalam dialog yang diselenggarakan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) itu, Hasbullah juga mengatakan, survey di sembilan Provinsi di Indonesia untuk mengkaji biaya pengobatan COVID-19, menemukan biaya tertinggi mencapai Rp446 juta.
"Rata-rata dana yang dikeluarkan untuk mengobati satu pasien COVID-19 adalah Rp184 juta, dengan rata-rata lama perawatan 16 hari rawat inap," katanya.
Guru besar UI itu menekankan bahwa penyakit merupakan musibah yang sebenarnya bisa dicegah. Pencegahan dilakukan dengan mengubah perilaku dan menjaga gaya hidup sehat.
"Oleh karena itu, jangan gampang menyalahkan Tuhan kalau kita sakit. Tuhan tidak akan memberikan seseorang musibah ataupun pahala dan rezeki tanpa melihat sejauh apa usahanya. Jadi COVID-19 ini sebenarnya penyakit yang bisa dicegah, melalui penerapan disiplin 3M. Apalagi kita tahu bahwa setelah sakit, kita tidak bisa bekerja," kata Hasbullah.
Soal vaksin COVID-19 yang sedang dipersiapkan, Hasbullah mengatakan, vaksin sudah pasti lebih murah dibandingkan merawat atau mengobati.
"Dengan divaksin ini menguntungkan kita semua, kita menjadi tidak terkena virus dan kita tidak menularkan virus kepada orang lain," katanya.
Sementara itu, Juru Bicara Satgas COVID-19, Reisa Broto Asmoro mengatakan sambil menunggu vaksin COVID-19 yang aman dan efektif, masyarakat harus menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat, dan disiplin menerapkan 3M.
"Dampak mencegah penularan COVID-19 melalui 3M ini sangat luar biasa, selain membantu tenaga kesehatan, juga mengurangi beban daya tampung ruang perawatan di Rumah Sakit Darurat COVID-19," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Daftar Mobil Listrik 500 Km+ di Indonesia, Termurah Rp380 Juta
- Perlintasan KA di Jogja Rawan, Aulia Reza Dorong Keselamatan Kolektif
- Mengenang Sejarah hingga Proteksi Karya, Makna di Balik 26 April
- Start dari Posisi 17, Veda Ega Pratama, Jadwal Lengkap dan Waktu Balap
- Tantangan Sekolah Rakyat Teratasi, Pembelajaran Dinilai Makin Stabil
- Eks Pekerja Sritex Desak Pemerintah Ambil Alih Pabrik Jadi BUMN
- Pemerintah Keluarkan PMK 24/2026, Harga Tiket Pesawat jadi Lebih Murah
Advertisement
Advertisement









