Magang Nasional Batch 3, Ini Jadwal Pendaftaran dan Seleksinya
Kemnaker memverifikasi mitra Magang Nasional Batch 3 hingga 30 Oktober 2026. Simak jadwal lowongan, pendaftaran, seleksi, dan mulai magang.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA - Tingkat partisipasi pemilih pada pemilihan dalam negeri (pilkada) kerap fluktuatif setiap penyelenggaraannya. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Muhammad Hudori.
Untuk Pilkada Serentak 2020, pihaknya menargetkan jumlah partisipasi pemilih mencapai 77,5%.
Hudori mengatakan kalau total daftar pemilih tetap (DPT) saat ini mencapai 1.000.359.152 orang. Namun pemilih yang diketahui berpartisipasi itu jumlahnya pun naik turun.
"Pilkada ini kan fluktuasi tingkat partisipasinya," kata Hudori dalam Webinar Pilkada Aman dan Bersih, Senin (9/11/2020).
Kata Hudori, partisipasi pemilih pada Pilkada 2015 mencapai 70%. Kemudian Pilkada 2017 sebanyak 74,5% dan 2018 mencapai 73,24%.
"Harapan kami mudah-mudahan nanti bisa tercapai targetnya 77,5 persen," tuturnya.
Menurut Hudori, target tersebut bisa dicapai. Caranya ialah dengan melakukan sosialisasi yang baik kepada masyarakat meskipun masih di tengah pandemi virus Corona (Covid-19).
"Tergantung makanya nanti sosialisasi yang penting, terkait pilkada yang akan kita laksanakan."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Kemnaker memverifikasi mitra Magang Nasional Batch 3 hingga 30 Oktober 2026. Simak jadwal lowongan, pendaftaran, seleksi, dan mulai magang.
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto meminta polisi mengedepankan pendekatan humanis saat mengawal demo 28 Oktober 2026.
KAI Daop 6 mengimbau penumpang tiba lebih awal pada 28 Oktober 2026 untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas akibat aksi mahasiswa.
KPK memeriksa empat pegawai BNPB sebagai saksi kasus dugaan korupsi dana siap pakai. Penyidik sebelumnya menyita barang bukti senilai Rp5,47 miliar.
Antam mencatat penjualan emas 25.217 kg senilai Rp68,41 triliun hingga September 2026. Laba perusahaan tumbuh 46% menjadi Rp9,66 triliun.
Teddy Indra Wijaya menyebut 265 Sekolah Rakyat telah berdiri di 131 kabupaten/kota hingga Oktober 2026 untuk memperluas akses pendidikan.