Hujan Semalaman Picu Banjir dan Longsor di Tiga Kecamatan Cilacap
Hujan sejak Jumat malam memicu banjir dan longsor di Maos, Kroya, dan Jeruklegi, Cilacap. Genangan di rumah warga mencapai 50 cm.
Penampakan Gunung Merapi dari Kali Gendol Argomulyo, Cangkringan, Sleman, Jumat (6/11/2020). /Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, KLATEN - Selain penampakan kera yang mulai mendekati permukiman warga, warga juga mendapati adanya kidang yang mulai turun dari Gunung Merapi. Kejadian itu dialami warga Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten, pada Kamis (5/11/2020) lalu.
Turunnya seekor kidang itu bersamaan dengan rilis peningkatan status Gunung Merapi dari waspada ke siaga dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Kamis (5/11/2020).
"Di hari pengununan Gunung Merapi berstatus siaga itu, ada seekor kidang yang turun dari gunung. Sampai di bawah, kidang itu sudah mati [diduga kelaparan dan turunnya kidang dimungkinkan disebabkan suhu udara di habitat asli kidang tersebut panas]. Yang turun hanya kidang itu. Kalau macan tidak ada," kata Ketua Sukarelawan Tegalmulyo, Purnomo, mengutip dari Solopos.com--jaringan Harianjogja.com, Sabtu (7/11/2020).
Baca juga: Siaga, Kegempaan Merapi Terus Meningkat
Meski terdapat kidang yang sudah turun, lanjut Purnomo, warga setempat belum menjadikan hal tersebut sebagai salah satu parameter Gunung Merapi bakal terjadi erupsi dalam waktu dekat. Meski seperti itu, warga di Tegalmulyo tetap waspada.
"Sampai sekarang enggak ada visual bahwa Gunung Merapi erupsi. Warga masih beraktivitas biasa. Jika ada 75 dari kelompok rentan yang mengungsi itu bahwa mereka sadar diri untuk mengungsi sementara [pengungsian akhir Tegalmulyo di Demakijo, Karangnongko]. Nanti jika benar-benar terjadi erupsi, warga akan mengungsi dengan sendirinya. Jadi, warga di sini istilahnya enggak percaya data secara teori [Gunung Merapi berstatus siaga]," katanya.
Hal senada dijelaskan Ketua Organisasi Pengurangan Risiko Bencana (OPRB) Tegalmulyo, Subur. Warga di Tegalmulyo bakal sadar diri melakukan evakuasi mandiri jika Gunung Merapi benar-benae erupsi.
Baca juga: Terapkan Protokol Kesehatan, Tempat Pengungsian Merapi Dibuat Bilik-Bilik
"Yang mengungsi sementara di malam hari itu hanya yang rentan [kelompok rentan]. Memang, warga di sini menunggu gejala visual yang benar-benar tampak terlebih dahulu. Jika hanya berjarak kurang dari 5 kilometer [luncuran awan panas], warga di sini belum mengungsi hingga Demakijo, Kecamatan Karangnongko. Tapi jika melebihi itu, kami mulai mengungsi," kata Subur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Hujan sejak Jumat malam memicu banjir dan longsor di Maos, Kroya, dan Jeruklegi, Cilacap. Genangan di rumah warga mencapai 50 cm.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 1 November 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 1 November 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal lengkap setiap stasiun.
WhatsApp Web bisa diakses melalui QR code atau nomor telepon. Simak cara login, menghubungkan perangkat, hingga logout dengan aman.
Pengguna Xiaomi, Redmi, dan Poco bisa mengurangi iklan serta menghapus aplikasi bawaan yang tidak diperlukan di HyperOS melalui langkah berikut.
Binance dikabarkan kehilangan aset kripto senilai US$6,3 miliar akibat peretasan. Sebagian dana disebut telah dibekukan, sementara penyelidikan berlangsung.