Ambyar! Kemiskinan September Diprediksi Makin Memburuk

Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso Selasa, 08 September 2020 19:57 WIB
Ambyar! Kemiskinan September Diprediksi Makin Memburuk

Warga beraktivitas di permukiman semi permanen di Kampung Kerang Ijo, Muara Angke, Jakarta, Selasa (22/1/2019)./ANTARA-Aprillio Akbar

Harianjogja.com, JAKARTA - Aktivitas ekonomi di era pandemi Covid-19 hampir tersendat seiring dengan banyaknya penutupan usaha yang berbuntut pada pemutusan hubungan kerja. Dampaknya sudah pasti, kemiskinan bakal meningkat.

Peneliti Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Rusli Abdullah berargumen penyebab utamanya adalah vaksin Covid-19 masih belum ditemukan hingga saat ini.

“Ketika aktivitas keluar, pasti rentan terpapar Covid-19 selama vaksin belum ada,” katanya dalam diskusi virtual, Selasa (8/9/2020).

Dengan kondisi ini, Rusli meyakini pandemi telah menggerus kesejahteraan masyarakat Indonesia. Sejak pertama kali kasus ditemukan pada awal Maret, dalam 6 bulan angka kemiskinan naik sebesar 1,63 juta atau 0,56 persen.

“Kenaikan angka ini sama dengan usaha penurunan kemiskinan selama 1,5 tahun sejak Maret 2018 hingga September 2019,” jelasnya.

Karena kesejahteraan jauh dari membaik, Rusli menuturkan bahwa target penurunan kemiskinan menjadi berat. Bulan ini, dia prediksi berada di dua digit atau 10,34 persen.

“Saya menggunakan asumsi angka kemiskinan September 2020 sama dengan penambahan antara September 2019 sampai Maret 2020,” ucapnya.

Dengan begitu, akan terjadi kenaikan kemiskinan sebesar 0,56 persen dibandingkan Agustus 2020. “Kita tahu pemerintah berupaya agar kemiskinan berada di single digit. Tapi karena Covid-19, itu mengambyarkan kemiskinan single digit,” ucap Rusli.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online