Jepang Hajar Tunisia 4-0, Lolos ke Papan Atas Grup F
Jepang menang 4-0 atas Tunisia di Piala Dunia 2026, Ueda dan Ito bersinar, Tunisia tersingkir dari Grup F.
Ilustrasi kapalo terbakar dan tenggelam./Ist-Okezone
Harianjogja.com, JAKARTA - Kapal Bahari Indonesia yang diketahui bermuatan kendaraan terbakar di Laut Jawa.
"Angkut kendaraan," ujar Agen Kapal Bahari Indonesia, Bimo Santoso saat dikonfirmasi Okezone--jaringan Harianjogja.com, Selasa (21/7/2020) malam.
Kapal terbakar sekira pukul 16.30 WIB. Kejadian bermula dari laporan adanya kebakaran di bagian kapal posisi maindeck. Diduga berasal dari mobil yang dibawa kapal tersebut.
Bimo mengaku sempat dihubungi oleh Kapten Kapal Bahari Indonesia untuk melaporkan insiden tersebut. Namun, sambungan telepon tiba-tiba terputus dan hilang kontak hingga saat ini.
"Kita tanyakan posisi kebakarannya berada di gladak utama [kapal] setelah itu langsung terputus hubungan kita, kita belum tahu lagi keberadaan sudah hilang putus hubungan telepon sudah tidak bisa," ujarnya.
Sementara tim Basarnas yang telah mendapatkan laporan langsung meluncur ke lokasi kejadian. Kapal tersebut mengangkut 26 orang.
Berita ini sudah tayang di Okezone dengan judul "Kapal Bahari Indonesia Angkut Kendaraan saat Terbakar di Laut Jawa".
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Jepang menang 4-0 atas Tunisia di Piala Dunia 2026, Ueda dan Ito bersinar, Tunisia tersingkir dari Grup F.
Pemadaman listrik bergilir mengganggu aktivitas warga. Berikut lima gadget yang membantu tetap produktif saat listrik padam.
Daftar mobil paling andal 2026 dirilis. Lexus kembali memimpin, sementara Volkswagen mencatat tingkat kerusakan tertinggi.
BPS DIY memasukkan usaha online dalam Sensus Ekonomi 2026 untuk memetakan ekonomi digital yang berkembang pesat di Yogyakarta.
Penataan bantaran sungai di Bangunrejo, Tegalrejo, mulai menggerakkan UMKM dan kegiatan seni budaya sekaligus memperkuat ekonomi warga.
Said Iqbal mengungkap empat perusahaan terancam PHK massal akibat tekanan ekonomi global dan dampak perang Iran-AS-Israel.