RUU Kedokteran Hewan Dikebut, PDHI Gelar Safari Nasional
PDHI dan AFKHI gelar safari nasional sosialisasi RUU Kedokteran Hewan, dorong regulasi komprehensif berbasis One Health.
Rahmad Darmawan mengenakan kostum Partai Demokrat bersama AHY, Selasa (14/7/2020). /Antara.
Harianjogja.com, JAKARTA--Mantan pelatih kepala tim nasional sepak bola Indonesia U-23 di ajang SEA Games 2011 di Jakarta Rahmad Darmawan bergabung ke Partai Demokrat.
Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berharap bergabungnya Rahmad Darmawan dapat semakin meneguhkan semangat Partai Demokrat dalam membangun prestasi di Tanah Air.
BACA JUGA : Resmi, RD Tangani Madura United
"Dengan kehadiran Bung Rahmad Darmawan ini kami berharap Partai Demokrat juga semakin meneguhkan semangat kita untuk membangun prestasi di Tanah Air melalui berbagai hal termasuk melalui olahraga sepak bola yang kita tahu bukan hanya sekadar olahraga tapi sudah menjadi jati diri bangsa," ujar AHY dalam rilis yang diterima di Jakarta, Selasa (14/7/2020) malam.
AHY juga berharap Rahmad Darmawan dapat menyumbangkan segala gagasan, pemikiran, serta pengalaman yang telah didapatkannya selama menjadi pelatih tim nasional U-23 dan sejumlah klub di Liga Indonesia.
Sementara itu, Rahmad Darmawan menyampaikan bahwa dirinya bergabung karena melihat sosok Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.
“Saya optimistis memilih bergabung bersama Partai Demokrat karena melihat semangat dan jiwa muda Mas AHY bersama Partai Demokrat,” tutur Rahmad Darmawan.
Rahmad Darmawan mengatakan bahwa alasan bergabung ke Partai Demokrat karena mengenal sejarah partai yang sudah sangat lama dipelajarinya sejak tahun 2004.
Menurut Mayor Purnawirawan TNI Angkatan Laut itu, Partai Demokrat juga konsisten untuk selalu mengedepankan hukum sebagai landasan utama dalam membangun bangsa dan negara, serta terus konsisten menyuarakan kesejahteraan rakyat Indonesia.
BACA JUGA : Seto Lebih Suka Jadi Asisten RD daripada Pelatih Timnas
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pun menyerahkan langsung Kartu Tanda Anggota (KTA) kepada Rahmad di Kantor DPP Partai Demokrat, Selasa (14/7) siang.
"Mohon diterima, ini adalah kartu tanda anggota Partai Demokrat, sebagai wujud ucapan selamat datang sekaligus selamat berjuang," kata AHY.
AHY didampingi Ketua Badan Pembina Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) Partai Demokrat Herman Khaeron mengungkapkan rasa senang dan bangganya menerima kedatangan Rahmad Darmawan.
Rahmad Darmawan berjanji akan mencoba memberikan kontribusi yang dia mampu untuk melakukan hal-hal yang mungkin dibutuhkan oleh Partai Demokrat.
"Saya bukan siapa-siapa, saya hanya seorang pelatih profesional, dan dari situlah saya akan melakukan hal-hal yang mungkin dibutuhkan oleh Partai Demokrat. Karena sebetulnya kalau kita bicara soal sepak bola, kita tidak hanya bicara soal permainan 11 lawan 11 di dalam lapangan, tapi ada unsur sosial, ada unsur pendidikan yang bisa kita sampaikan kepada setiap orang,” kata Rahmad.
Mayor (Purn) Drs Rahmad Darmawan atau Bung RM lahir di Kota Metro, Lampung, pada 28 November 1966. Pria berumur 53 tahun ini adalah mantan pemain sepak bola Indonesia yang saat ini melatih klub Madura United FC. Rahmad pernah menjabat sebagai pelatih tim nasional Indonesia U-23, sebelum ia mengundurkan diri pada 13 Desember 2011.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PDHI dan AFKHI gelar safari nasional sosialisasi RUU Kedokteran Hewan, dorong regulasi komprehensif berbasis One Health.
Menlu Sugiono mendorong reformasi PBB dan Dewan Keamanan agar lebih relevan menghadapi konflik global dan tantangan dunia saat ini.
Istana menegaskan sapi kurban Presiden Prabowo berasal dari program Banpres untuk masyarakat dan bukan untuk kepentingan pribadi.
Polresta Pekalongan mengusut dugaan pencabulan enam santriwati di sebuah ponpes di Buaran dan mengamankan pengasuh pondok.
InJourney Airports memproyeksikan tiga juta penumpang pesawat melintas di 37 bandara selama libur Iduladha dan Hari Lahir Pancasila 2026.
Ledakan balon udara berpetasan di Blitar saat Iduladha menewaskan satu warga dan melukai dua anak di Desa Tambakan.