Advertisement
Termasuk DIY, 7 Wilayah di Indonesia Laporkan Infeksi Ganda Corona & DBD Tingkat Tinggi
Ilustrasi - Pixabay
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Kesehatan mengungkapkan tujuh wilayah yang melaporkan adanya infeksi ganda, yakni transmisi lokal Covid-19 dan juga kasus baru demam berdarah dengue (DBD) sebanyak 100 hingga 500 kasus per hari. DIY masuk dalam wilayah yang terserang infeksi ganda ini.
“Provinsi-provinsi dengan kasus Covid-19 tertinggi dan juga memiliki kasus DBD yang tinggi saat ini misalnya Jawa Barat, Lampung, NTT, Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY dan Sulawesi Selatan,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi dalam Konferensi Pers di BNPB, Jakarta, pada Senin (22/6/2020).
Advertisement
BACA JUGA: Ini Penyebab Gempa Senin Dini Hari Terasa Kuat di DIY
Nadia menuturkan angka kematian akibat DBD tersebut secara keseluruhan mencapai 346 kasus. Angka kematian tersebut, menurutnya, didominasi oleh ketujuh wilayah dengan kasus Covid-19 dan DBD yang tinggi itu.
“DBD ini angka kematiannya mencapai 346 dan gambarannya sama dengan provinsi-provinsi dengan kasus tertinggi tersebut,” ujarnya.
BACA JUGA: Gara-Gara Bakul Ikan, Satu Keluarga di Kulonprogo Terinfeksi Corona
Dengan demikian, dia menuturkan, ada kemungkinan terjadinya infeksi ganda akibat Covid-19 dan DBD di tengah masyarakat.
“Fenomena ini yang terjadi memungkinkan seseorang jika dia terinfeksi Covid-19 juga bisa terinfeksi DBD. DBD sampai saat ini belum ada obatnya dan vaksinnya juga belum efektif,” ujarnya.
Sebelumnya, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Achmad Yurianto bahwa hingga Maret 2020 ada 424 kabupaten dan kota di Indonesia yang melaporkan kasus DBD.
BACA JUGA: Berjejer Seenaknya di Jalan Saat Gowes, Pesepeda Jatuh & Tertabarak Motor di Bantul
Yuri menyampaikan hal itu dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi IX DPR RI dengan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dirjen Kesehatan Masyarakat, Dirjen Pelayanan Kesehatan, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, serta Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI secara virtual, Selasa (14/4/2020).
Menurut Yuri, ada 41.000 kasus DBD dengan 265 orang meninggal pada Maret 2020. Naik turunnya kasus DBD itu disebabkan faktor musim hujan dan musim kemarau seperti tahun 2020, partisipasi mayarakat dan logistik juga berkurang.
“DBD sekarang ini tidak tergantung pada hujan saja, namun pada musim kemarau ada peningkatan nyamuk,” ujar Yuri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Pendatang ke Jakarta Didominasi Usia Produktif Minim Keterampilan
- Perbedaan Jumat Agung dan Paskah, Jangan Sampai Keliru
- Ribuan Dapur MBG Bermasalah Program Gizi Disorot
- Kasus Amsal Berbuntut Panjang, DPR Desak Evaluasi Total Kejari Karo
- Anak Indonesia Nyaris Semua Online, PP Tunas Jadi Benteng Terakhir
Advertisement
Jadwal KA Bandara YIA 4 April 2026, Lengkap dari dan ke Jogja
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 3 April 2026
- Tabrakan Maut di Sedayu Bantul, 3 Remaja Tewas
- Jadwal Misa Jumat Agung 2026 di DIY
- Hari Ini, Sal Priadi CS Manggung di Lapangan Pancasila UGM
- WFH Jumat untuk ASN Sleman Mulai Digodok, Layanan Publik Tetap Jalan
- 5 Kendaraan Tabrakan di Tol Boyolali, Sopir Tewas
- Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan Kini Dilengkapi Antrean Digital
Advertisement
Advertisement








