Kebakaran Gunung Rinjani Meluas, 589,23 Hektare Terdampak dan Jalur Torean Ditutup
Balai TNGR mencatat sementara 589,23 hektare kawasan Gunung Rinjani terdampak kebakaran. Jalur pendakian Torean ditutup sejak 23 September.
Kondisi di Pantai Indrayanti, Tepus, Kecamatan Tepus bersih setelah diterjang gelombang tinggi, Sabtu (9/5/2020). /Ist- Dok SAR Satlinmas Wilyaah II DIY
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul belum melayani wisatawan yang menggunakan bus saat masuk ke seluruh objek wisata pada saat dibuka nanti. Hal itu bertujuan mempermudah pengawasan dan pemantauan pencegahan penyebaran Covid-19.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul Asti Wijayanti di Gunung Kidul, Selasa (16/6/2020), mengatakan dalam dua minggu terakhir pihaknya melakukan simulasi dan uji coba pembukaan objek wisata kepada masyarakat umum dan hasilnya ada beberapa objek wisata yang bisa dibuka dengan pembatasan jumlah pengunjung.
"Kami belum akan menerima pengunjung dalam rombongan besar dengan menggunakan bus, sehingga yang kami terima awal sebagai uji coba adalah pengunjung yang menggunakan kendaraan pribadi, baik sepeda motor dan roda empat. Tujuannya, kami benar-benar dapat mengendalikan jumlah pengunjung yang masuk ke destinasi wisata," kata Asti.
Ia mengatakan Dinas Pariwisata telah menyusun standar operasional pelaksanaan protokol kesehatan bidang pariwisata. Dispar menyusunnya secara maraton pada minggu pertama bulan Juni. Ia berharap SOP protokol kesehatan bidang pariwisata bisa diterapkan setelah adanya peraturan gubernur dan bisa langsung ditindaklanjuti menjadi peraturan bupati yang sifatnya mengikat kepada seluruh pelaku wisata di Gunungkidul.
Dispar Gunungkidul telah melakukan simulasi tiga perwakilan destinasi wisata yang mewakili Gunungkidul. Pertama destinasi wisata pantai diwakili Pantai Kukup dan Baron. Kedua destinasi wisata yang dikelola desa wisata dan pegunungan diwakili Gunung Api Nglanggeran. Selanjutnya, ketiga destinasi wisata gua diwakili Gua Kalisuci.
"Selain itu kami juga melakukan simulasi terhadap usaha jasa pariwisata, seperti hotel, homestay, rumah makan, dan restoran. Hal yang terpenting dalam hal ini adalah simulasi protokol kesehatan kepada seluruh pelaku jasa pariwisata yang ada di Gunungkidul dengan harapan mereka menyiapkan diri melaksanakan SOP protokol kesehatan secara disiplin dan ketat," kata Asti.
Asti mengatakan kebijakan di bidang pariwisata ini diharapkan dapat diketahui dan dipahami oleh seluruh masyarakat umum, sehingga saat dibuka objek wisata tidak menimbulkan klaster baru. Rencananya, seluruh wisatawan yang akan masuk ke Gunungkidul akan dicek suhu badannya. Kalau dia memenuhi syarat kesehatan akan diperbolehkan masuk.
"Namun kami akan menahan Kartu Tanda Pengenal (KTP) salah satu orang, sehingga bisa dilakukan penelurusan bila ada penyebaran Covid-19," katanya.
Dispar juga kerja sama dengan Dinas Kesehatan dan puskemas yang dekat dengan objek wisata, agar bila terjadi sesuatu dapat langsung ditangani. Tim SAR juga dibekali APD lengkap seperti baju hazmat supaya dapat menolong wisatawan bisa terjadi sesuatu.
"Kalau ini berjalan dengan baik dan lancar, tanpa menimbulkan penyebaran Covid-19, maka seluruh objek wisata di Gunung Kidul akan dibuka secara bertahap," kata Asti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Balai TNGR mencatat sementara 589,23 hektare kawasan Gunung Rinjani terdampak kebakaran. Jalur pendakian Torean ditutup sejak 23 September.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 26 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 26 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg 2027 turun Rp11,4 triliun. DPR menyoroti data penerima subsidi dan tingginya exclusion error pemerintah.
Wapres Gibran meminta pendataan warga terdampak banjir bandang Solok dipercepat untuk penanganan dan penataan permukiman.
Pertumbuhan anak perempuan yang lambat perlu dipantau. Kenali faktor penyebab perawakan pendek dan risiko gangguan kromosom.