Relawan Hijau Kota Jogja Diresmikan

Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi meresmikan relawan Relawan Hijau pada Rabu (3/6/2020) di Kelurahan Karangwaru. - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
04 Juni 2020 05:57 WIB Catur Dwi Janati News Share :

Harianjogja.com, JOGJA Pemerintah Kota Jogja resmi meluncurkan Relawan Hijau. Berlokasi di RT 55 Kelurahan Karangwaru, Relawan Hijau mengintegrasikan kampung sayur dan mini market swadaya guna bantu warga terdampak Covid-19.

Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi menjelaskan terdapat enam kelurahan yang saat ini telah memiliki Relawan Hijau. "Enam kelurahan tersebut meliputi di Kelurahan Bausasran, Karangwaru, Kricak, Pandeyan, Rejowinangun, dan Wirogunan," jelasnya ditemui pada Selasa (3/6/2020).

Heroe menjelaskan Relawan Hijau di tiap Kelurahan bahkan tingkat RW memiliki program yang berbeda-beda meski tetap dalam ranah penghijauan dan gerakan sosial.

Relawan Hijau RT 55 misalnya, memiliki giat usaha budidaya berbagai komoditi. Hasil panen budidaya tersebut sebagian di minimarket 55 milik warga. Pada kesempatan tersebut Heroe pun melihat langsung kondisi swalayan milik masyarakat tersebut. Di swalayan ini mengusung jargon Ngeluwehi lan Bagehi. "Maksudnya, pengunjung yang secara perekonomian mampu bisa melebihkan uang pembayaran, misal belanja Rp50.000 bayarnya Rp100.000, sisa uang tersebut selanjutnya akan digunakan untuk membantu warga lainnya yang kurang mampu," ujarnya.

Ketua RT 55 Kelurahan Karangwaru, Cahyo Tri Hastono menjelaskan awal mulanya lahan budidaya yang digunakan adalah lahan kosong tak terawat. Lahan seluas 4000 meter persegi beserta bangunan itu mangkrak, dikarenakan sang pemilik yang tinggal di Jakarta. "Lahan kosong itu banyak gulmanya, dihuni banyak bintang seperti tikus dan ular, sementara rumahnya juga kosong sehingga suasananya berhantu," jelasnya.

Akhirnya berbekal konsep budidaya dan swalayan warga, Cahyo menghubungi pemilik lahan untuk meminta izin memakai lahan untuk kegiatan warga. Setelah diperbolehkan berbagai kegiatan pun dilakukan. "Alhamdulillah setelah saya jelaskan konsepnya pemilik lahan memperbolehkan asetnya dipinjam untuk kegiatan warga," ujarnya.

Cahyo menceritakan Relawan Hijau RT 55 pun segera membudidayakan beberapa komoditi seperti teringat, cabai, dan kacang panjang. Tim pemeliharaan dan perawatan tanaman pun dipilih, untuk menyiram dan memetik hasil panen. "Sehari sudah relawan yang bertugas menyiram tanaman, pagi dan sore," ujarnya.

Meski tidak banyak layaknya lahan pertanian pada umumnya, dari lahan yang dibudidaya secara bersama itu bisa dipanen tiap dua minggu sekali bisa telah masa panen. Rata-rata produktivitas tiap-tiap komoditi bisa mencapai 10 kilogram. "Selanjutnya sebanyak 50% kita jual di minimarket 55, sementara sisanya kita bagi sesuai skala prioritas," jelasnya.

Sebelum Cahyo telah memetakan warga mana saja yang benar-benar membutuhkan bantuan saat pandemi ini. "Kami sudah petakan mana saja warga yang diputus hubungan kerja, mana yang dirumahkan, mana yang usahanya berhenti, hasilnya ada sebanyak 21 orang," terangnya. Mereka inilah yang selanjutnya diprioritaskan mendapat bantuan hasil panen.

Relawan Hijau RT 55 hanya satu contoh dari banyaknya relawan hijau di Kota Jogja. Heroe berharap dengan adanya para relawan warga bisa saling berbagi agar terjadi kesatuan dalam gerak. Jogja memiliki banyak kegiatan sosial, dari Kampung Sayur, budidaya lele cendol, E-Warong dan sebagainya. "Semoga semua saling menghidupkan satu sama lain, bisa memberi manfaat dan berkesinambungan," pungkasnya.