Perantau Asal Jateng Persembahkan Gebyar Harmoni Budaya di Jakarta
Paguyuban Jawa Tengah menggelar acara Gebyar Harmoni Budaya yang digelar di Pelataran Blok M Hub, Jakarta Selatan, Jumat malam, 19 Juni 2026.
Pembagian paket beras oleh Elite Squad Gojek hasil Gerakan Satu Gelas Beras Sehari kepada para tukang becak di Pabuaran Tanggerang, Minggu (19/4/2020)./Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA—Meski dalam keterbatasan akibat pandemi Covid-19, semangat berbagi para mitra ojek online yang tergabung dalam komunitas Elite Squad tidak padam. Melalui gerakan Satu Gelas Beras untuk Lumbung Basecamp, mereka saling menguatkan satu sama lain.
Gerakan yang dipelopori oleh Ketua Umum sekaligus Pendiri Elite Squad, Hermawan ini, mampu mengumpulkan puluhan kilogram beras dan telah didonasikan ke masyarakat yang membutuhkan serta pondok pesantren.
"Total 53 basecamp Elite Squad se-Jabodetabek, sudah 46 basecamp memulai gerakan ini. Ada yang satu gelas per hari, atau seminggu sekali, sesuai kemampuan. Karena ini lumbung, nantinya saat sudah terkumpul dan benar-benar dibutuhkan, lumbung dibuka [dibagikan]," ujar Hermawan atau yang akrab disapa Herman saat dihubungi Minggu (19/4/2020).
Herman menyadari, driver ojol menjadi salah satu pihak yang sangat terdampak akibat pandemi Covid-19, namun ia juga menegaskan bahwa apa yang dialami ojol saat ini juga sama dengan yang dialami para pekerja harian lainnya. Meski sedang dalam keadaan yang sama-sama sulit, Herman mengingatkan pentingnya untuk tetap saling membantu "Kita juga susah, bukan kalangan mapan, tapi kita ingin tetap berbagi ke yang lebih membutuhkan. Ini inisiatif sederhana, tapi kalau dilakukan sama-sama bisa terkumpul banyak."
Gerakan Satu Gelas Beras tersebut telah dimulai sejak awal April 2020 dan akan terus dilakukan sampai pandemi ini berakhir. "Saya berharap sepanjang teman-teman masih medukung, masih mampu memberikan, kita jalan terus sampai pandemi berahir. Semoga pandemi ini bisa segera berakhir."
Selain beras, Elite Squad juga mengumpulkan donasi untuk diserahkan ke pondok pesantren di Ciomas Bogor, di mana salah satu mitra menjadi pembina. "Di pesantren itu santri-santrinya belum bisa dipulangkan karena wabah ini, pasti mereka butuh," tandas Herman.
Sejak didirikan 2016, Elite Squad Gojek fokus pada kegiatan sosial kemanuasiaan. Saat ini terdapat 1.200 mitra yang tergabung. Telah banyak aksi sosial yang mereka lakukan bersama, khususnya saat terjadi bencana.
Sumbang Tenaga
Salah satu mitra ojek online di Surabaya, Adi Zaenal Abidin mengaku bangga atas aksi penggalangan donasi yang dilakukan rekan sesama mitra. Ia mendapat tugas mendistribusikan bantuan sembako ke beberapa orang yang membutuhkan di Surabaya.
"Saya cuma perpanjangan tangan saja di bawah koordinator Surabaya, inisiatornya dari Jakarta. Saya bagikan ke orang-orang yang sekiranya lebih membutuhkan untuk makan. Saya bangga dengan apa yang mereka lakukan," ujar Zaenal saat dihubungi Sabtu (18/4/2020).
Zaenal dan lima rekan lainnya yang bertugas membagikan bantuan sembako berkeliling ke beberapa titik untuk menyerahkan bantuan. Jumlah paket bantuan yang terbatas membuatnya harus teliti memilih siapa yang benar-benar membutuhkannya.
"Yang saya lakukan ini cuma gerakan kecil, ibaratnya menggarami samudra. Saya belum bisa memuasakan orang banyak, tapi saya tidak mau juga membuat orang kecewa. Saya bagikan ke penambal ban, penarik becak motor, dan beberapa rekan driver, tidak banyak," ujarnya.
Di tengah situasi sulit seperti saat ini, Zaenal mengaku mencari alternatif penghasilan dengan menjual bumbu dapur.
"Ya harus cari alternatif. Orderan turun terus, rata-rata dapat cuma Rp50 ribu sehari. Saya sama istri jual bumbu dapur, seperti bawang merah, bawang putih agar bisa tetap bertahan," katanya.
Ia mengaku bangga masih banyak rekan-rekannya yang memiliki kepedulian tinggi meski kondisi sedang tidak bersahabat. Ia berharap semakin banyak pihak yang melakukan gerakan berbagi.
"Kita doakan yang terbaik, bagi bangsa kita dan semua yg erdampak. Semoga pandemo ini segera berakhir," tutupnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Paguyuban Jawa Tengah menggelar acara Gebyar Harmoni Budaya yang digelar di Pelataran Blok M Hub, Jakarta Selatan, Jumat malam, 19 Juni 2026.
DPR desak polisi tangkap pelaku penyiksaan 3 tahun di Bandung, korban alami kekerasan berat dan kontrol koersif.
Tren work from cafe di Jogja makin populer, mengubah kafe jadi ruang kerja produktif bagi pekerja digital dan freelancer.
SPMB DIY 2026 segera dibuka. Simak strategi memilih SMA Negeri Jogja bagi siswa dengan nilai TKA atau ASPD pas-pasan agar peluang lolos makin besar.
PBNU tekankan adab musyawarah di Munas NU 2026 Kediri, KH Ma’shum Faqih soroti ukhuwah dan tradisi pesantren.
Kejurda voli Kulonprogo 2026 jadi ajang seleksi atlet menuju Porda 2027 dengan sistem grup dan pemandu bakat daerah.