Bagaimana Nasib Proyek Tol Jogja-Solo di Tengah Pandemi Corona?

Ilustrasi - Antara/Asprilla Dwi Adha
30 Maret 2020 18:27 WIB Edi Suwiknyo News Share :

Harianjogja.com, SEMARANG - Penyebaran wabah virus Corona yang menyebabkan penyakit Covid-19 tak memengaruhi pengadaan lahan bagi pembangunan Jalan Tol Jogja-Solo.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah Hanung Triyono mengungkapkan proyek-proyek yang pendanannya di luar APBN tetap berjalan.

"Sepertinya masih berjalan, karena pendanaan bukan dari APBN," kata Hanung dalam keterangan resminya Selasa (30/3/2020).

Proyek pembangunan Tol Jogja-Solo kini telah memasuki tahap persiapan pengadaan lahan. Pemprov Jateng dalam Pengumuman No.590/0001282, total lahan yang dibutuhkan untukproyek jalan tol tersebut seluas 472.155 hektare.

Pengadaan ratusan ribu hektare lahan tersebut rencananya akan berdampak di tiga kabupaten yakni Kabupaten Karanganyar, Boyolali, dan Klaten. Untuk kabupaten Karanganyar, daerah yang akan terdampak proyek tol mencakup satu kecamatan dan satu desa.

Sementara itu di Kabupaten Boyolali, pembangunan jalan tol itu berpotensi mengurangi lahan di dua kecamatan yakni Banyudono dan Sawit yang mencakup sembilan desa.

Khusus wilayah Klaten, kebutuhan lahan yang akan dibebaskan untuk pembangunan Tol Jogja-Solo lebih luas lagi. Pasalnya di kabupaten yang berbatasan langsung dengan DIY itu proyek tol bakal melewati lahan di delapan kecamatan termasuk 50 desa atau kelurahan.

"Yang belum berproses kontrak memang ditunda. Tapi untuk dana non APBN atau APBD kami belum tahu," kata dia.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia