Setelah Ditemukan di Dalam Tas Ransel, Kini Ular Kobra Nyelempit di Karpet Musala

ilustrasi ular kobra - antara
24 Desember 2019 03:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, SUKOHARJO--Teror ular kobra masih terjadi di berbagai wilayah di Indonesia.

Sebelumnya ular kobra sempat ditemukan di dalam rumah dan di dalam tas ransel warga Gunungkidul. Kekinian, ular berbisa ini bahkan ditemukan di dalam musala.

Petugas pemadam kebakaran (damkar) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo kebanjiran laporan dan permintaan evakuasi ular kobra dari warga.

Dalam sepekan ini, petugas damkar setidaknya mengevakuasi lima ular kobra. Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran Satpol PP Margono mengatakan kali terakhir menerima laporan permintaan evakuasi ular kobra dari warga Jagan, Bendosari, Minggu (22/12/2019) malam.

Dari laporan yang diterima, dia mengatakan ular kobra masuk ke area musala setempat. "Saat tiba ke lokasi, ular kobra ini nyelempit di karpet musala. Petugas langsung mengevakuasi dan memasukkan di botol mineral," katanya, Senin (23/12/2019).

Margono mengatakan petugas berhasil mengevakuasi satu anak ular kobra. Kemudian petugas menyisir kawasan musala yang merupakan lahan persawahan.

Dalam penyisiran ini, petugas tidak menemukan ular kobra lainnya. Sebelumnya, petugas juga mengevakuasi ular kobra di beberapa wilayah di Sukoharjo di antaranya Joho dan salah satu perumahan di Telukan, Grogol.

"Total sudah ada lima anak ular kobra yang kami evakuasi sepekan ini," katanya.

Dia mengakui permintaan evakuasi ular kobra meningkat dalam sepekan terakhir. Hal ini seiring munculnya fenomena ular kobra yang tak hanya terjadi di wilayah Sukoharjo, namun juga daerah lainnya.

Ular kobra yang berhasil dievakuasi kini masih diamankan di Kantor Satpol PP. Nantinya ular ini akan dilepaskan kembali di areal persawahan guna menjaga ekosistem.

Selain ular kobra, dia mengatakan sejak Januari-Desember 2019, petugas damkar sudah mengevakuasi puluhan ekor ular di berbagai tempat di Sukoharjo. Namun, dia mengatakan ular yang ditemukan petugas mayoritas berjenis piton.

Ular tersebut ditangkap setelah dikeluhkan warga dan dilaporkan ke petugas pemadam kebakaran. Dalam laporan warga, ular piton tersebut memangsa ternak seperti ayam dan bebek.

Penangkapan dilakukan untuk mengamankan warga dari hal-hal tidak diinginkan. "Pada musim hujan seperti sekarang kami imbau masyarakat lebih waspada akan ancaman ular,” ujarnya.

Saat musim hujan seperti sekarang merupakan musim ular bertelur sehingga warga diimbau untuk tidak menumpuk barang bekas di sekitar rumah karena berpotensi digunakan tempat ular bertelur. Tak hanya itu masyarakat diminta segera membersihkan barang bekas.

Tidak hanya rawan dipakai sarang ular, namun juga bisa menjadi tempat nyamuk bertelur. Akibatnya muncul kerawanan penyakit demam berdarah dengue (DBD).

“Apabila menemui ular baik di rumah maupun di lingkungan sekitar segera laporkan ke petugas. Nanti ditangani dengan penangkapan. Jangan bertindak sendiri karena membahayakan,” lanjutnya.

Sebagaimana diketahui kasus temuan ular kobra juga menghebohkan warga Perum Griya Adi Palur, Mojolaban. Puluhan anak ular kobra berusia 10 harian ditemukan di lingkungan Masjid At Taqwa di Perum Griya Adi Palur.

Ketua RT 001/RW 027 Perum Griya Adi Desa Palur, Amin Wahyu Setyadi, menuturkan ular kobra kali pertama ditemukan saat jemaah masjid At Taqwa hendak melaksanakan solat asar sekitar sepekan lalu.

Saat itu imam salat membuka sajadah lalu secara tiba-tiba muncul ular kobra yang masih berukuran sangat kecil. Sontak jemaah yang mengetahui langsung memburu ular tersebut.

"Satu ular kobra yang ditemukan langsung dibunuh oleh warga. Kemudian saat membersihkan karpet ditemukan lagi dua ular di setiap gulungan karpet," kata dia.

Total ada enam ekor ular jenis kobra yang berhasil ditangkap dan dibunuh oleh warga. Teror ular tak lantas berhenti di situ. Dia menuturkan setiap hendak salat, jemaah menemukan lagi ular dengan jenis yang sama. Merasa diteror ular kobra, warga akhirnya meminta bantuan komunitas pencinta Exotic Animal Lovers (Exalos) Indonesia wilayah Soloraya.

Sumber : Solopos.com