Begini Meriahnya Lomba Pidato Bahasa Indonesia Di Tiongkok

Duta Besar RI untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun bersalaman dengan pemenang Kejuaraan Nasional Pidato Bahasa Indonesia 2019 di kampus Beijing Foreign Studies of University (BFSU), Minggu (17/11). Kejuaraan yang diikuti 26 mahasiswa jurusan Bahasa Indonesia dari sejumlah perguruan tinggi di Tiongkok itu untuk pertama kalinya digelar secara nasional. /Antara - M. Irfan Ilmie
21 November 2019 06:22 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, BEIJING—Nama Indonesia kian mendunia. Kali ini, untuk pertama kalinya pidato berbahasa Indonesia diperlombakan secara nasional di Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Sabtu (16/11). Ajang ini diikuti 26 peserta yang terbagi dalam dua kategori. 

Lomba yang digelar di gedung Perpusataan Beijing Foreign Studies of University (Beijing Wai Guo Yu Da Xue/BFSU) itu diikuti para mahasiswa Tiongkok jurusan Bahasa Indonesia. Setiap perguruan tinggi yang memiliki jurusan Bahasa Indonesia di Beijing, Tianjin, Guangdong, Shaanxi, Jilin, Yunnan, Guangxi, Zhejiang, dan Hainan mengirimkan wakilnya untuk belomba di dua kategori, yakni tingkat dasar dan tingkat lanjutan.Setiap peserta diberi kesempatan menyampaikan pidatonya tentang Tiongkok dan Indonesia selama lima menit ditambah sesi pertanyaan dari dewan juri juga lima menit. Guna memikat para anggota dewan juri, para peserta, baik pria maupun wanita, mengenakan busana khas Nusantara, seperti kebaya, kamen, udeng, dan batik.

Atase Pendidikan Kedutaan Besar RI di Beijing Yaya Sutarya memberi hadiah khusus kepada para pemenang berupa tiga tiket pesawat Beijing-Denpasar pergi pulang berikut akomodasi selain juga piala dan piagam. "Hadiah ini kami berikan untuk musim liburan pada Februari. Para pemenang bisa mengunjungi kampus perguruan tinggi di Indonesia karena di sana Februari aktif perkuliahan," ujarnya dikutip dari Antara, Rabu (20/11).

Sebelum perlombaan dimulai, Duta Besar RI untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun dan Duta Besar Tiongkok untuk Indonsia Xiao Qian juga memberikan pesan semangat kepada para peserta melalui video telekonferensi. "Saya berharap kegiatan seperti ini dapat memperkuat hubungan kedua negara," ujar Dubes Xiao dalam pesan audio visualnya yang diputar di arena perlombaan.

 

Nyaris Sama

Wakil Rektor BFSU Prof Yan Guohua merasa terhormat karena kampusnya dipilih sebagai tempat penyelenggaraan ajang kompetisi tersebut. "Lomba ini tidak hanya untuk ajang persaingan, melainkan juga sebagai perekat komunikasi antarkedua bangsa," ujarnya.

Kepala Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan (PPSDK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Profesor Emi Emilia mengaku kagum atas kemampuan berbahasa Indonesia para peserta.

Kami sendiri merasa kesulitan untuk menentukan pemenang karena semua peserta memiliki kemampuan yang nyaris sama. Bahkan daya serap para mahasiswa sini jauh lebih bagus daripada mahasiswa kami di Indonesia yang belajar bahasa asing," ujar perempuan yang dalam kesempatan tersebut bertindak sebagai ketua dewan juri.

Pada tingkat dasar, pesertanya berasal dari kalangan mahasiswa yang baru berlajar bahasa Indonesia selama satu tahun, sedangkan tingkat lanjutan untuk mereka yang sudah belajar dua tahun atau lebih.

Selain dari Kemendikbud, dewan juri berasal dari Univeritas Indonesia dan LKBN Antara. 

Sumber : Antara